-->
 

Ulah Opinion Former: Jokowi dan ARB

Ada dua topik yang ramai dibahas di media sosial belakangan ini:

- Jokowi akhirnya Nyapres juga – Opini masyarakat dibentuk ke arah pengkhianatan janji Jokowi terhadap rakyat Jakarta. PDIP mempertahankan pendapatnya bahwa pencalonan Jokowi merupakan dorongan aspirasi rakyat Indonesia.

- Beredar video di Youtube berisikan ARB plesiran dengan Marcella dan Olivia ke Pulau Maladewa -  Partai Golkar beranggapan ini merupakan bagian dari Black Campaign dari pihak yang ingin menjatuhkan ARB dan merusak imagenya. Opini publik digiring pada sebuah situasi dimana calon presiden harus punya komitmen terhadap keluarganya sendiri sebelum kepada rakyat Indonesia.

Controllable vs Uncontrollable

Di era lama, dimana sebuah Brand masih bisa mengendalikan pesan yang disampaikan melalui media cetak dan elektronik, maka yang dibutuhkannya adalah Nara Sumber terkemuka yang kemudian dijadikan Opinion Leader.

Di saat sebuah media cetak mengulas berita yang miring tentang sebuah Brand, pengendalian masih bisa dilakukan oleh sebagian orang (kasus pembelian koran Tempo dalam jumlah besar-besaran pada saat mengangkat rekening gendut polisi, misalnya).

Di era Internet seperti sekarang ini, kehadiran media-media sosial adalah bagian dari mimpi buruk Brand Owner dan konsultan PR nya pada saat sedang menjadi ‘sasaran’ pemberitaan negatif. Berita yang dipublikasikan di media ini bersifat uncontrollable.

Youtube yang berisikan video ARB-Maladewa sudah tidak bisa diakses lagi, karena  langsung di block saat itu juga. Tetapi, peredaman diskusi tentang keberadaan video itu sangat sulit untuk dikendalikan. Justru akun Youtube yang diblock itu memancing diskusi yang lebih panjang dan berbumbu.

Andrinof A. Chaniago pengamat kebijakan publik yang aktif di media sosial (follower hampir mencapai 37 ribu), dalam akun twitternya  menyampaikan:  “Walaupun ARB memiliki stasiun TV yg menguasai pasar TVNews, jutaan nomor HP/BB/android tidak bisa disingkirkan”.

Opinion Leader vs Former

Definisi Opinion Leaders adalah figur otoritatif dalam sebuah komunitas, yang menjadi tempat bertanya dan meminta nasehat, dan diikuti pendapatnya. Di media sosial, yang menarik, ternyata tidak semua Tokoh yang otoritatif di dunia nyata, adalah tokoh yang juga punya kekuatan pengaruh yang sama besarnya.

Di media social yang sangat cair ini, yang berperan bukan saja Opinion Leader, tetapi juga ada sebuah kelompok yang harus diperhatikan lebih jeli lagi, disebut kelompok Opinion Former.

Opinion Formers adalah Orang-orang yang mempunyai banyak pengaruh terhadap apa yang dipikirkan oleh publik terhadap sesuatu. Opinon Former juga didefiniskan sebagai Trendsetter yang mempunyai action, attitude dan kata-kata yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi orang lain.

Kelompok ini tidak selalu terdiri dari seorang Tokoh atau Expert, bahkan tidak harus dari sebuah Institusi atau Brand yang terkemuka. Opinion Former ini bisa siapa saja, tetapi punya power untuk menggiring opinion audience kearah yang diharapkannya.

Belakangan media social dipenuhi oleh akun-akun yang dibuat untuk membentuk opini masyarakat. Akun ini belum tentu merupakan Akun dari seseorang atau lembaga yang menjadi Opinion Leader dalam kesehariannya, tetapi dari apa yang ia sebar luaskan, biasanya serial postingnya mengarah kepada pembentukan persepsi publik.

Bahayanya, Akun Opinion Former ini berpihak kepada satu sisi, dan terlihat adanya ‘pesan sponsor’. Dari banyak akun Opinion Former ini, terlihat juga kecenderungan penyebaran issue yang bersifat provokatif, memancing agar terjadi diskusi tetapi dengan menyudutkan salah satu pihak.

Ambil contoh. TrioMacan2000 adalah sebuah akun Twitter yang bisa dikategorikan sebagai Opinion Former.  Akun ini punya pengaruh dalam pembentukan opini audience di media sosial. Sejak Jokowi mencalonkan diri, langsung bermunculan kumpulan kicauan yang dikompilasi dalam bentuk Chirpstory yang kesemuanya menyudutkan Brand Jokowi. Sebagai contoh: (1) Bukti & Fakta Kebohongan Jokowi Ahok (2) Bocoran Pembicaraan Adik Prabowo & Donatur Jokowi Ahok, (3) Apa yang dimaksud dengan Fitnah?, dst dst.

Kelompok yang juga harus dipelajari adalah Kelompok Discussion Leaders. Kelompok ini tidak selalu adalah Opinion Former. Bisa saja Discussion Leader terdiri dari para buzzer yang sebenarnya tidak mempunyai ekspertise setinggi Opinion Former, tetapi mereka mampu menyetir dan menggiring diskusi.

Pemulihan Citra

Pada saat sebuah brand menjadi pembahasan di media sosial, sebenarnya yang harus dipelajari adalah: bagaimana proses penyebaran informasinya itu terjadi? Siapa yang berperan sebagai Opinion Formers? Siapa yang menjadi Discussion Leaders nya? Siapa saja Opinion Followers nya?

Studi Netnography (ethnography via Internet) akan membantu menelusuri kategorisasi pemilik akun media sosial yang berperan dalam penyebaran brand issues.  Bagaimana strategi mengatasi dan mengantisipasi pemulihan citra brand yang sedang krisis akan sangat ditentukan oleh pengelolaan Opinion Former, Discussion leaders dan Opinion Follower sebuah Brand.

Tindakan yang terlalu cepat mengcounter issue negatif brand, belum tentu adalah strategi penyelamatan. ARB yang mengajak seluruh keluarganya untuk aksi peluk Boneka mendapat sambutan dingin di masyarakat dan bahkan menjadi sasaran empuk ‘diskusi lanjutan’. Strategi Penciptaan Opinion Former yang seharusnya segera dilakukan. Memfasilitasi Discussion Leaders dan mengerahkan para soulmate brand akan mempercepat proses pemulihan citra.

Peranan kedua kelompok di media sosial yaitu Opinion Former dan Discussion Leader diyakini semakin penting. Mempelajari karakteristik dari setiap kelompok tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi Brand yang secara kontinyu menggunakan media sosial dalam Brand Campaign nya. Pemahaman ini dibutuhkan tidak hanya dalam mengatasi krisis saja, tetapi dalam keseharian untuk meningkatkan nilai sebuah brand.

 

Comments are closed.