-->
 

Pengamat: Dahlan Iskan perhitungkan pengunduran direksi BUMN

Jakarta (ANTARA News) – Berita heboh tentang beberapa direktur di sejumlah BUMN yang mengundurkan diri seolah-olah menyudutkan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai “the new boss” , tetapi ia tentu telah memperhitungkannya, kata seorang pakar branding.

“Pada titik tertentu ini membuatnya semakin tidak populer di mata sebagian pemangku kepentingan BUMN,” kata Direktur Etnomark Consulting, Amalia E. Maulana Ph.D dalam perbincangan di Jakarta, Sabtu.

Amalia Maulana mengatakan tentu Dahlan Iskan telah memperhitungkan hal ini seperti tampak dari caranya yang dingin saja menanggapi berita pengunduran diri jajarannya tersebut.

Yang menjadi pusat perhatian atau key stakeholder Kementerian BUMN saat ini adalah publik dan investor. Dari kedua pemangku kepentingan penting ini, brand BUMN ingin dibangunnya.

Raport yang masih “merah” ingin ditransformasi menjadi “hijau”.

“Kinerja dan citra BUMN ingin dia rapikan,” kata Amalia. Lebih jauh ia mengatakan langkah “pembersihan” yang menjadi prioritas utama Dahlan Iskan adalah meningkatkan sinergi antardivisi di dalam organisasi BUMN.

Caranya, melalui kerja sama yang baik antara direktur utama dengan jajaran direksinya.

BUMN diharapkan bisa menempuh “hidup baru” yang lebih bersih dan bebas kepentingan individu dan golongan. Memberikan wewenang kepada direktur utama BUMN untuk memilih sendiri “dream teamnya”, dan tidak menerima “direktur titipan” dari pihak eksternal, merupakan berita luar biasa bagi publik yang sudah jenuh melihat kinerja amburadul di BUMN, katanya.

“Dirut diberikan kepercayaan untuk menjadi `the true leader` yang memimpin orkestra dalam jajarannya. Harmoni Corporate Branding bisa dicapai, tidak selalu jegal-menjegal, intrik sana sini,” kata Amalia, konsultan brand dan etnografer.

Pada saat internal branding cemerlang, yaitu semua jajaran sudah saling mengerti tentang tujuan organisasi/perusahaan, maka pembangunan brand secara eksternal kepada pelanggan dan para pemangku kepentingan lainnya akan bisa dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Menurut dia, tugas agen perubahan memang berat. Oleh karena itu, langkah Dahlan Iskan dengan cara menempatkan kumpulan “agent of change” baru di dalam tiap tubuh BUMN adalah langkah strategis.

Faktor politik
Mengenai pengunduran diri sejumlah direktur di jajaran BUMN, Amalia berpendapat secara umum ada banyak faktor yang membuat seseorang mengundurkan diri dari tempatnya bekerja.

Pertama, adalah lingkungan rekan pekerjaan yang tidak lagi kondusif dan mulai banyak muncul energi negatif. Kedua, karena adanya “penguasa” baru yang mempunyai gaya kerja yang sangat berbeda dengan atasan sebelumnya. Faktor ketiga adalah adanya tawaran bekerja di tempat lain yang memang hebat dari sisi tantangan dan wawasan baru.

“Di dalam konteks pengunduran diri direksi di BUMN, ada tambahan faktor yaitu faktor politik dan tarik-menarik kepentingan,” katanya.

Sebagai pengamat, dia melihat bahwa kalaupun terjadi pengunduran diri direksi, ini adalah bagian dari konsekuensi keinginan Dahlan Iskan dalam proses pembentukan “dream team” di tiap BUMN.

Pembenahan Internal Branding merupakan prioritas bagi pembangunan brand perusahaan BUMN yang sebagian sudah terkena cap negatif antara lain korupsi dan praktek KKN.

http://www.antaranews.com/berita/324167/pengamat-dahlan-iskan-perhitungkan-pengunduran-direksi-bumn

One Comment on "Pengamat: Dahlan Iskan perhitungkan pengunduran direksi BUMN"

  1. dahlan iskan pasti sudah berhitung soal itu. seperti juga dia saat kali pertama jadi dirut PLN