-->
 

Networking sambil belajar Riset

Apa ya tujuan ikutan workshop selain menimba ilmunya? Tentu saja networking! Ini yang penting sekali karena our personal brand akan bisa berkembang kalau network kita makin luas.

Teman-teman Young Marketers yang ikut acara Workshop “Research Principles for Young Marketers” bekerja sama dengan Nielsen (18-19 Aug) – tampaknya juga mendapatkan kesempatan networking karena workshopnya 2 hari, lumayan buat ngobrol dan interaksi selama break dan group discussions. Saya perhatikan, networking nya berjalan, mungkin karena mayoritas ‘young’ and ‘young at heart’ kali ya….jadi bahasanya sama. I was really glad to see that.

Total 43 Young Marketers, dari perusahan-perusahaan yang reputable seperti Arnott’s Indonesia, Frisian Flag, Coca Cola Distribution Indonesia, Combiphar, BCA, Djarum, Gudang Garam, OTG, Cuzzon, Bentoel Prima, Johnson&Johnson, Garuda Food, Holcim, IFF, Greenfields, Circle K, Pacific Place, Pertamina, beberapa dari Nielsen staff sendiri juga ikutan.

Hari Pertama khusus belajar tentang Qualitative research — prinsip2nya: kapan perlu riset ini, apa bedanya dengan tipe riset quantitative, berbagai tipe quali study dan pros/cons nya. Setelah itu introducing new approach in qualitative study yaitu ethnography in marketing. Kebetulan baru launching buku, ya sekalian bagi-bagi buku “Consumer Insights via Ethnography” (dijatah nih tiap perusahaan satu).

Dari Nielsen sendiri hari ini Mbak Moira yang menjadi bintang tamunya yaitu menjelaskan produk riset qualitative Nielsen yang juga termasuk research contemporary bernama Delta Qual. Ditutup dengan group exercise- presentation. Karena dibagi 6 group dan presentasinya seru, sampai jam 6 sore hari pertama ini ditutup.

Hari Kedua baru membahas tentang Quantitative research, termasuk di dalamnya mengerti tipe-tipe riset quantitative. Kesempatan ini saya juga menjelaskan metode sampling yang banyak ragamnya itu, apa itu convenience sampling, probability-non probability sampling, simple random sampling, stratified random sampling, etc.

Setelah prinsip risetnya dijelaskan, kemudian masuk ke penjelasan tentang berbagai tipe applied business research, yang paling sering dikerjakan dan dibutuhkan oleh pemasar. Disini sudah masuk kombinasi quali-quanti, tergantung kebutuhan business researchnya. Waktunya nggak banyak, jadi lebih fokus pada yang kudu harus ngerti dulu spt New Product Development research, advertising research(pretest and posttest). Juga dijelaskan secara khusus research dengan menggunakan new media termasuk di dalamnya social media. Apa kelebihan dan kekurangannya. Tapi yang jelas tipe riset ini adalah tipe riset yang harus mulai dipikirkan, terutama bila ada keterbatasan waktu dan biaya.

Setelah sesi business research, wakil Nielsen, Mbak Lia, juga hadir untuk menjelaskan  Brand Health Check, dan disambung dengan penjelasan tentang riset media. Dilanjutkan riset media. Demo People Meter cukup menarik (lengkap dengan TV dan devicesnya), karena masih banyak yang mempertanyakan metode riset yang satu ini, persisnya spt apa dilaksanakan.

Dua hari memang singkat untuk menguasai semua metode riset, tetapi objective dari workshop ini tidak muluk-muluk, yaitu mengerti prinsip2 riset pemasaran yang dibutuhkan oleh Marketers agar kalau memberikan briefing research baik itu di tingkat internal dan tingkat external, lebih sharp dan fokus. Dan lebih nyambung aja dengan teman-teman di divisi research pemasaran.

Semoga menjadi pencerahan yang berarti. Sukses untuk semua peserta. Jangan berhenti belajar risetnya, kalau sudah mengerti prinsipnya, berarti LANJUTKAN belajar terus.. supaya makin advance.

Keep in touch, everyone….

Comments are closed.