Do-it-Yourself, Online Market Research

Do-it-Yourself, Online Market Research
workshop satu hari, Agustus 2004.

Consumer Generated Media: Peluang atau Ancaman?

Majalah SWA Maret 2007 Read More →

Bersinar di ‘Kolam’ Sendiri

Bersinar di ‘Kolam’ Sendiri

Amalia E. Maulana, Ph.D – Ketua Dewan Juri – Anugerah Produk Asli Indonesia (APAI) 2007

Dimuat di harian Bisnis Indonesia 12 Desember 2007

Dengan sudah sedemikian banyaknya penghargaan untuk perusahaan yang diberikan oleh berbagai pihak, wajar jika Anda bertanya: Award apa lagi Anugerah Produk Asli Indonesia (APAI) ini?

Bisnis Indonesia sebagai penggagas, bekerja sama dengan Departemen Perdangangan dan Perindustrian sebagai penyelenggara APAI 2007 memang punya idealisme tersendiri dalam soal penghargaan. Yang pertama, keluar dari kerumunan ajang penghargaan yang sebagian diselimuti unsur komersialisasi – dalam arti, tidak mengaitkan kemenangan dengan unsur kepentingan bisnis. Yang kedua, ingin mengangkat produk lokal yang selalu tersisih karena kinerja perusahaan yang belum bisa disejajarkan dengan perusahaan asing dan/atau multinasional. Yang ketiga adalah keinginan untuk mendeteksi kekurangan produk asli Indonesia selama proses penjurian berlangsung. Ini yang kemudian akan dirangkum dan disampaikan ke pemerintah, untuk perbaikan fokus dalam strategi kebijakan dan pembinaan perusahaan lokal.

APAI dibatasi pada produk lokal yang punya keunggulan di pasar nasional, yang diproduksi dan dirancang dalam negeri, terdaftar di Departemen Perdagangan/ Perindustrian, merek dan disain terdaftar di Departemen Kehakiman, dominan kandungan lokal material maupun tenaga kerja, dan distribusi produk dominan di dalam negeri.

Dengan mempersempit kolam (dalam segmentasi) seperti ini, ikan-ikan yang awalnya tidak tampak di samudera luas, menjadi tampak jelas. Ikan mana yang paling bersinar akan muncul dan diapresiasi. Bentuk apresiasi ini diharapkan bisa menimbulkan semangat bagi ikan lain yang sinarnya masih redup agar lebih bersemangat lagi secara bersama memperbesar kolam. Tanpa adanya kesadaran membesarkan produk asli Indonesia secara bersama dalam naungan pemerintah, tekanan produk asing (dan/atau produk multinasional) akan semakin sulit dibendung.

Pemenang jangan diartikan sebagai sekedar jago kandang saja, karena sebagian juga sudah menjelajah pasaran dunia. Yang menjadi titik berat penilaian APAI memang bukan kemampuannya bertempur di pasar global, melainkan bagaimana mendapatkan tempat di hati konsumen di rumah sendiri.

APAI adalah evaluasi secara holistik, karenanya dewan juri yang dipilih adalah para pakar di berbagai bidang. Kriteria penjurian mencakup aspek pemasaran, keuangan, produksi/mutu, etika bisnis, kepegawaian, corporate social responsibility (CSR) dan teknologi informasi. Dua aspek yang terakhir merupakan aspek yang belum tercakup dalam APAI tahun lalu.

Penilaian juri meliputi pertumbuhan pasar dan kesehatan perusahaan secara finansial. Dalam melakukan inovasi, apakah perusahaan sudah berorientasi pada konsumen/pasar? Bagaimana proses pembangunan merek? Apakah komunikasi pemasaran sudah dilakukan secara efektif?

Kriteria lainnya berhubungan erat dengan kual itas. Sejauh mana perusahaan dilihat punya komitmen menghasilkan produk/jasa bermutu tinggi. Dukungan sertifikasi kual itas apa saja yang dimiliki. Bagaimana dampak kegiatan operasinya terhadap pelestarian lingkungan? Sejauh mana teknologi informasi digunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan?

Hal yang sangat penting adalah seputar penerapan etika bisnis. Apakah perusahaan telah melindungi intelektual properti (IP)? Apakah kompetisi bisnis dijalankan secara adil (fair competition)? Bagaimana perusahaan melindungi hak-hak konsumen sejauh ini?

Pemenang APAI adalah perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawannya dengan memberikan benefit yang memadai dan pelatihan yang cukup. Perusahaan juga harus punya tanggung jawab sosial yang tinggi terhadap masyarakat di sekitar tempat beroperasi dan masyarakat secara luas dalam program CSR terpadu.

Juri telah berhasil menyeleksi produk dengan kriteria yang dijabarkan di atas. Kami ucapkan selamat untuk perusahaan yang mendapat penghargaan. Bagi yang tersisih, beberapa catatan dewan juri untuk perbaikan kinerja antara lain: (1) Kesadaran akan mutu dan dampak lingkungan perlu ditingkatkan, (2) Inovasi harus bermuara pada konsumen/pasar, (3) Komunikasi pemasaran masih kurang efektif, dan ini justru merupakan pemborosan investasi perusahaan, (4) Kurangnya wawasan yang luas tentang pendaftaran merek, desain, bahkan paten, (5) Pemahaman akan CSR sendiri masih terbatas pada kulit-kulitnya saja. Program yang dijabarkan, walaupun targetnya adalah masyarakat luas, masih kental unsur promosi produk, belum murni sosial.

Apapun kekurangannya, ada sebuah semangat yang luar biasa yang dita ngkap oleh dewan juri dari banyak perusahaan yang mempresentasikan kelayakan menjadi produk asli Indonesia terbaik APAI 2007 ini. Padahal, beberapa dari mereka merupakan nominee tahun lalu yang gagal menjadi juara dalam kategorinya. Sportif itas dalam menyikapi sebuah kejuaraan ini yang menggambarkan sikap positif sebuah organisasi. Pemerintah harus memberikan perhatian dan bimbingan untuk menjadikannya produk pemenang di masa mendatang.

Akhir kata, semoga tujuan besar APAI tercapai. Bisa membuka mata banyak pihak yang punya c ita-cita sama membesarkan produk asli Indonesia di ‘kolam’ sendiri, dan secara paralel, di pasar global. Terutama, membuka mata pemerintah untuk melihat dengan lebih luas perusahaan mana saja yang berpotensi membesarkan produk asli Indonesia. Dengan demikian, strategi kebijakan pengembangan industri nasional akan menjadi lebih tepat sasaran.

Rekonstruksi Nilai dan ‘Reverse Positioning’

SWA Agustus 2007 Read More →

Belajar dari Pengalaman Starbucks

Bisnis.com Juli-2007 Read More →