Xenia: Melepas Belenggu Tugu Tani

Kolom Branding Solution, dimuat di Koran Sindo, 1 Februari 2012.

Suatu sore, seorang wartawan yang minta saya menandatangi buku yang dihadiahkan seusai wawancara, protes –  mengapa saya menggunakan pulpen sendiri, sedangkan ia sudah menyodorkan pulpennya di atas meja?

Saya kaget kena protes dan bertanya kembali, “lho, pulpen Anda kan berwarna merah? Saya pakai pulpen sendiri karena warnanya hitam”.  Dia tegaskan bahwa pulpennya juga berwarna hitam.

Ini menarik!  Sejak kapan pulpen dengan warna tutup dan ujung yang merah, bertinta hitam? Kami kemudian tertawa karena sudah terjadi misinterpretasi dari sebuah hal yang sangat sederhana.

Ini yang disebut dengan ‘framing’. Proses judging yang terlalu cepat, dengan menggunakan ‘frame’ tertentu di benak, tentang ‘model umum sebuah bolpen’. Padahal, akan lain hasilnya, bila saya mengambil bolpen yang disodorkan, lalu mengecek sejenak warnanya di kertas lain, dan setelah itu baru memutuskan, akan menggunakannya atau tidak. Read More →

Urgent: Ganti Nama ESEMKA

dimuat di Kolom Branding Solution, Koran Sindo, 19 Januari 2012

Apalah arti sebuah nama?  Demikian kata pujangga William Shakespeare. ‘rose by any other name would smell as sweet’ – biar diganti namanya sekalipun, mawar akan tetap berbau harum.

Shakespeare pasti belum memikirkan dampaknya bila nama bunga mawar tersebut diganti menjadi bunga terasi, mungkin tidak ada yang berani mendekat untuk mencium baunya.

Nama mengandung doa. Seorang ibu dan ayah perlu waktu berminggu-minggu untuk memilih nama bayinya. Jika perlu membuat riset yang sangat panjang hanya untuk menemukan sebuah nama indah. Dalam sebuah nama terkandung cita-cita yang dipanjatkan oleh orang tua kepada anaknya. Read More →

Baris-Baris JANJI

Dimuat di Kolom Expert Says di Kick Andy Magazine, Januari 2012

“Promises are not meant to be broken.”

Apakah Anda rutin membuat resolusi di setiap tahun baru? Jika jawabannya ya, berarti Anda layak dapat bintang. Karena tidak semua orang punya dan meluangkan waktunya untuk itu.

Pertanyaan berikutnya, berapa banyak resolusi tersebut yang terealisasi? Karena bintang yang lebih besar baru bisa diberikan kepada yang membuat resolusi dan kemudian menepatinya.

Bagi sebagian dari kita, menuliskan resolusi hanya sekadar ritual, tetapi makna pemenuhan resolusi itu yang belum dipahami dan dihayati. Menuliskan resolusi awal tahun sama seperti menuliskan daftar janji. Bedanya dengan janji biasa, janji yang satu ini adalah janji untuk diri sendiri.

Berjanji memang mudah. Apalagi janji untuk diri sendiri. Tidak usah menunggu setahun sekali, setiap malam sebelum tidur pun kita sering merenung dan kemudian berjanji mulai besok akan menjadi sosok yang lebih baik dalam berbagai urusan. Tetapi, besoknya hidup berjalan seperti biasa lagi. Janji tinggal janji. Read More →

Android Inside! Belajar dari Pertemanan Samsung

Dimuat di Kolom Branding Solution, Koran Sindo, 4 January 2012

Jika tahun baru selalu dikaitkan dengan resolusi janji pada diri sendiri yang berdampak pada personal branding, berapa banyak dari Anda yang menyempatkan diri memikirkan resolusi janji brand perusahaan?

Jangan mengatakan bahwa itu tidak perlu lagi, karena business plan sudah selesai disusun. Marketing plan sudah siap diperbanyak untuk dilaksanakan. Ada yang masih perlu direnungkan lagi yang mungkin belum masuk dalam dokumen resmi perusahaan. Resolusi brand terhadap para partnernya.

Renungkan kembali, bukankah pencapaian brand di mata konsumen merupakan sebagian sumbangan dari kerja para partner perusahaan? Seperti apa persepsi mereka terhadap partnership yang sedang terjalin?

Para pemilik brand masih berpikir satu dimensi melihat persaingan. Bahwa brand motor bersaing melawan motor lain. Bahwa brand tissue berjuang melawan tissue merek lain. Bahwa brand oli bersaing dengan oli merek lain.

Dunia bisnis yang semakin kompleks menuntut perusahaan untuk berpikir menembus batas lingkup interaksi perusahaan dengan konsumen. Customer bukan lagi satu-satu nya stakeholder penting. Dalam pertandingan lari marathon, partner bisnis yang ikut bersama membesarkan brand, termasuk kunci sukses keberhasilan.

Sudah terbukti, bahwa mobile phone tidak lagi bersaing dengan mobile phone lainnya. Dalam persaingan bisnis ini, termasuk di dalamnya adalah persaingan Operating System (OS) nya. Pertanyaannya tidak lagi sebatas bagaimana posisi Samsung vs iPhone? Tetapi juga bagaimana situasi penerimaan konsumen terhadap OS Android vs iOS? Read More →

It Takes Two to TANGO!

Dimuat di Kolom Marketing, Bisnis Indonesia Minggu, 1 Januari 2012

Tahun lalu, anak saya maagnya terganggu dan harus di rawat di rumah sakit karena stress akibat ujian sekolah dan makan tidak teratur.

Dokter meminta persetujuan untuk pemeriksaan endoskopi yang cukup mahal. Seingat saya, pada saat itu saya tidak pernah bertanya kepada dokter, apakah ada jaminan bahwa kalau sudah diperiksa dan ketemu masalah maagnya, anak saya pasti sembuh 100%.

Saya mengerti, bahwa setelah ketemu penyakitnya pun, masih banyak faktor lain yang harus dipikirkan dan dikerjakan. Misalnya dengan mempelajari jenis-jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakannya. Lalu, menjaga makanannya sehari-hari dan mengingatkan anak untuk lebih rileks dalam belajar.

Jadi, secara realistis, saya tidak minta dokter itu memastikan bahwa setelah treatment endoskopi, anak saya dijamin sembuh.

Karena itu, buat saya aneh sekali mendengar seorang Decision Maker yang bertanya apakah ada jaminan bahwa brand saya akan sukses apabila mengikuti rekomendasi Anda untuk rebranding?

Sukses tidaknya aktivitas rebranding bukan ditentukan oleh dokter atau konsultan seperti saya ini, tetapi pemahaman dan pelaksanaan prosesnya nanti. Ternyata ada persoalan yang lebih berat yang dihadapi oleh perusahaan tersebut, yaitu, sang decision maker, belum memahami big picture proses branding! Read More →