Stopping Power: Iklan Tong Fang dan Zakat

“Dulu saya sering lupa berzakat. Setelah berobat ke Klinik Tong Fang, saya jadi rajin berzakat. Terimakasih Klinik Tong Fang.”

Mungkin ini plesetan yang cocok untuk mengaitkan topik bahasan saya kali ini yaitu seputar iklan Klinik Tong Fang dengan Iklan-iklan berzakat yang bertaburan sepanjang  bulan ramadhan. Fenomena Tong Fang sebagai trending topic di Twitter memang menyedot perhatian massa. Disini terbukti bahwa virus word of mouth bisa bekerja dengan baik pada saat topiknya mempunyai stopping power yang menarik.

Good first impression itu powerful. Jika sebuah iklan, baik itu online maupun offline, tidak menarik perhatian dalam hitungan detik, ia sudah bisa dikatakan gagal.Berapa banyak iklan yang kita lihat per harinya? Dari mulai iklan TV, iklan media luar ruang hingga iklan di media sosial. Ribuan jumlahnya. Berapa yang bisa kita ingat?

Mempunyai iklan yang tepat dibutuhkan untuk keluar dari kerumunan. Iklan harus didisain untuk menjadi menarik perhatian, dengan ide yang orginal – out of the box, kalau perlu dibuat lucu. Tentu saja masih dalam koridor mengusung pesan brand. Yang sangat penting di awal adalah kekuatan STOPPING POWERnya. Paling tidak, jika ada yang berhenti sejenak dan menonton iklan, berarti sudah ada ‘wow factor’ nya. Read More →

Ustad Seleb: Risiko Brand Endorser

‘Celebrity Endorsement’ bukan hal baru di dunia pemasaran. Di dunia fashion, hal ini sudah terlebih dahulu dipraktekkan. Di abad ke Sembilan belas, Charles Worth, seorang fashion designer di Paris sudah melihat pentingnya untuk mengaitkan selebrity terkenal dalam memasarkan produk ‘haute couture’ nya yang bernama La Maison Worth.

Selebriti memang dibutuhkan dan sangat penting bagi produk-produk tertentu terutama yang menyangkut lifestyle. Kekuatan personal brand mereka bisa menjadikan sebuah brand fashion menjadi terkenal ataupun sebaliknya.

Bagaimana dengan menggunakan icon Ustad dalam iklan-iklan produk di bulan Ramadan? Apakah ini sesuatu yang baik dampaknya bagi brand?  Banyak Ustad yang mempunyai khalayak luas, dan diberi label Ustad Selebriti oleh berbagai pengamat. Apakah iklan dengan bintang Ustad Seleb ini sesuatu yang positif? Read More →

Upcoming Event: Branding for Social Organization

Mengubah DONATUR biasa Menjadi SOULMATES

Menyambut bulan Ramadhan, ETNOMARK Consulting menyelenggarakan: One-day Workshop di TITAN CENTER, Bintaro, Jakarta, tanggal 8 Agustus 2012 (09.00-16.00)

Organisasi Sosial sering dianggap sebagai pihak yang kurang elegan dalam me’minta’ dana dari para Calon Donatur dan Donaturnya. Ini yang membuat prospek Donatur ‘segan’ untuk menjadi bagian dari organisasi tersebut dan kemudian cenderung menghindar. Bahkan yang sudah menjadi Donatur, hanya mendonasikan sedikit saja dari total dana yang dimilikinya.

Yang dibutuhkan oleh Organisasi Sosial adalah memahami Branding dan Komunikasi yang benar, agar CITRAnya di mata Calon Donatur baik dan sesuai dengan tujuan Organisasi. Pengurus di Yayasan juga perlu memahami karakteristik Para Donatur dengan baik agar interkasi dengan mereka menjadi lebih elegan dan lebih memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Pada saat berinteraksi dengan Organisasi Sosial diharapkan Donatur akan menjadi ‘soulmates’ yang selalu mendampingi, dan bukan menjadi donatur sesaat saja. Tingkatkan Efektifitas komunikasi dengan Donatur sehingga terjalin persahabatan yang lebih baik dan langgeng.

Calon Peserta workshop harap mengirimkan CV singkat dan Penjelasan tentang Organisasi Sosialnya jika memungkinkan disertai foto-foto yang mendukung, ke amalia@etnomark.com.

Tidak dipungut BIAYA.

Speaker: Amalia E. Maulana, Ph.D. 

Pengamat: Dahlan Iskan perhitungkan pengunduran direksi BUMN

Jakarta (ANTARA News) – Berita heboh tentang beberapa direktur di sejumlah BUMN yang mengundurkan diri seolah-olah menyudutkan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai “the new boss” , tetapi ia tentu telah memperhitungkannya, kata seorang pakar branding.

“Pada titik tertentu ini membuatnya semakin tidak populer di mata sebagian pemangku kepentingan BUMN,” kata Direktur Etnomark Consulting, Amalia E. Maulana Ph.D dalam perbincangan di Jakarta, Sabtu.

Amalia Maulana mengatakan tentu Dahlan Iskan telah memperhitungkan hal ini seperti tampak dari caranya yang dingin saja menanggapi berita pengunduran diri jajarannya tersebut.

Yang menjadi pusat perhatian atau key stakeholder Kementerian BUMN saat ini adalah publik dan investor. Dari kedua pemangku kepentingan penting ini, brand BUMN ingin dibangunnya.

Raport yang masih “merah” ingin ditransformasi menjadi “hijau”. Read More →

Tetap Soulmate di Putaran Berikutnya?

Jika ada sebuah perusahaan besar yang merayakan kesuksesannya berdasarkan jumlah pelanggan ke sekian juta, saya justru prihatin. Ini adalah pemborosan dana perusahaan. Baru jadi pelanggan saja jangan dirayakan dulu. Tahan perayaannya, belum waktunya untuk sesumbar sudah sukses.

Kalau semua pelanggan yang jumlahnya sekian juta itu sudah menjadi pelanggan setia, baru boleh kita merasa bangga. Karena tugas merekrut pelanggan itu jauh lebih mudah daripada menjadikannya pelanggan loyal.

Branding adalah proses yang tidak pernah selesai.  Tugas pertama dalam branding adalah mencari just friends atau teman biasa, lalu dalam proses berikutnya adalah mengkonversinya menjadi good friends. Terberat memang menjadikan good friends menjadi soulmate, teman sejati.

Apakah setelah menjadi soulmate, tugas kita selesai? Pelanggan setia adalah tipe pelanggan yang paling sensitif. Perhatian kepadanya tidak boleh putus, tidak boleh terhenti. Pelanggan setia yang sakit hati akan menjadi negatif word-of-mouth yang sangat sulit untuk diyakinkan kembali setelah pindah ke lain hati. Read More →