-->
 

All posts in Social Media

Bieber, Bocelli, Merpati dan Pariwisata Kita

Dimuat di harian Seputar Indonesia, Kolom Branding Solution, Mei 2011.

Di media sosial Twitter, seberapa besar pengaruh Anda kepada khalayak pengikut (follower), bisa diukur. Ini yang disampaikan oleh Andi Primaretha dalam seminar yang diselenggarakan oleh Virtual Consulting beberapa waktu yang lalu. Read More →

Media Sosial: Dari ‘The Angels’ hingga ‘The Curhaters’

“Marry Me.. Harry!”…..I wanna be a princess… Harry, would you marry me?”

Demikian jeritan yang banyak ditemui di Twitter pada saat pernikahan William Kate. Kalimat ini bertaburan dan terekam dalam hastag #RoyalWedding. Read More →

Online PR Strategy dari Sang Pakar

Minggu lalu saya hadir di acara satu hari seminar “Sharpening your Online PR Strategy” oleh Pak Nukman Luthfie di hotel Ritz Carlton, Pacific Place. Rame dan seru – saya tanya, yang hadir 170an, kebanyakan dari PR ya, jadi banyak yang muda-muda dan cantik-cantik, hehe.. saya termasuk outlier hari ini. Gak papa, hiks.. Itu yang ditengah (lihat foto) adalah yang termasuk yang saya bilang muda dan cantik, Mbak Malla CEOnya Human Capital. Pak Nukman makin keren aja ilmunya (selain orangnya lho Pak..). Makin pantas disebut Pakar Online Strategy. Walaupun sudah banyak ngerti tentang ilmu ini, tetapi hari ini saya banyak belajar hal baru, banyak insight yang diperoleh dari seminar satu hari ini. Sayang yang nggak sempat ikutan acara ini, siapa tau lain kali diulang lagi, bahkan kalau memungkinkan bisa dalam bentuk workshop juga dong Pak, karena teman-teman mungkin ada yang ingin belajar sampai ‘dalam’.

Hal-hal penting yang saya catat hari ini:

“Branding di dunia online adalah gabungan kemampuan Marketing Communication, Pemahaman Online Behaviour dan Online Media serta penguasaan Teknologi Informasi”

- PR Manager kalau nggak aktif Facebook atau social media lainnya, gak asik, gak gaul, ya ketinggalan berita what is going on- dan seperti nggak punya tangan dan kaki. Jadi yang belum punya FB account, kudu harus, dan jangan cuman Be there aja, tetapi aktif menggunakannya dengan baik. Buat citra yang ok di media ini. Intinya social networking secara online itu sudah mandatory bagi PR Mgr.

- PR Manager harus lebih proaktif lagi dalam memPR kan brand company, mengingat begitu banyaknya media dan divergensi dari informasi yang jika tidak ditangani dengan baik – komunikasi yang telah dibangun secara konvensional bisa terdistorsi.

- PR Manager : Pembinaan corporate dan individual brand via Online ini harus dikerjakan dengan planning dan strategi yang benar – supaya tidak tambal sulam, dan brand imagenya kekanan kekiri campur aduk.

- Sudah waktunya untuk ikut dalam arus horizontal marketing – jadikan consumer partner. Kalau masih punya alam vertical marketing, artinya ngomongnya masih dari kita ke Anda terus – ya ketinggalan jaman. Pikirkan mulai sekarang bagaimana caranya konsumen ikut serta dalam pembinaan brand. Masih banyak poin lainya, tetapi ini sekedar catatan yang ada di benak saya tentang seminar tadi.

Pemanfaatan Media Online : Museum Bank Indonesia

Ternyata ada ya Museum Bank Indonesia… baru tau nih. Anak saya Reza waktu perpisahan SMP ternyata pernah kesana untuk visit dan foto2.. ini aku yang kuper ato MarCommnya Museum BI yang masih belum rata ya. Waktu ada undangan bicara disana, sempat berpikir dimana ya itu tepatnya?

Anyway, ternyata buaguuss lho museumnya, jangan bayangin seperti museum2 lain di Indonesia yang cenderung suram dan tak terawat. Ini high tech, deh. Gedungnya bagus, heritage, full AC – pokoknya betah di dalam. Jadi ingat pengalaman visit museum ato art gallery di luar negeri yang dibuat bersuasana menyenangkan dan penuh dengan learning environment.

Mungkin salah satu dari upaya Museum BI ini untuk mempopulerkan museumnya ya dengan mengadakah acara talk show di tanggal 26 November kemarin itu, dari jam 9 sampe jam 2. Sedianya mau dibuka oleh Ibu Miranda Gultom tapi beliau berhalangan.

Kayanya kombinasi pembicara hari ini cukup bersinergi. Mbak Erna Jatiningrum, dan Mas Nanda, panitia, kayanya sudah memikirkan betul, supaya topik2nya saling mengisi. Pak Dr. Ninok Leksono, redaksi senior Kompas, menjelaskan dari sisi medianya. Bagaimana new media ini membawa perubahan di dalam percaturan media pada umumnya, dan bagaimana old media juga perlu berubah untuk menyikapinya. Baru pertama kali ini saya bertemu Pak Ninok, tetapi saya langsung merasa kagum dengan sikap beliau yang humble, down to earth dan respect pada orang2 yang lebih muda sekalipun.

Saya sendiri, sebagai pembicara kedua, diminta menjelaskan tentang online consumer behaviour – yang ini saya lebih titik beratkan pada consumer dalam arti B2C saja, tidak termasuk B2B, kalo nggak nanti jadi terlalu luas. Pembicara terakhir adalah Enda Nasution, teman kita yang satu ini adalah tokoh blogger Indonesia. Masih muda, smart, dan resourceful. Pembawaannya juga tenang tetapi berbobot. Moderatornya seru dan suka guyon, nick namenya GAW. Mas Gaw ini juga penulis buku, dan buku2nya judulnya puitis-puitis deh. Acara jadi mengalir dengan enak dibawakan oleh Gaw ini.

Saya highlight bahwa ada 4 motivasi online bagi konsumen, yaitu (1) to connect — ini makanya email2an makin jadi sehari2, juga connect yang sudah lebih interaktif seperti via Facebook, Friendster, dll, (2) to enjoy — ya lah, biarpun sedang cari berita atau lagi ngerjain pekerjaan apapun, sesekali diseling dengan browsing pekerjaan jadi ringan. Selain browsing, juga to enjoy ini ada hubungannya dengan fun, entertainment yang bisa didapat via Internet, (3) to learn — nah ini yang lebih seriousa.. lihat aja dari murid SD sampai mahasiswa S3 semuanya sekarang sudah cannot live without Internet, penelitian menyatakan bahwa orang merasa menjadi ‘resourceful’ dengan media ini, dan sebagian dari mereka juga bilang mereka menjadi ‘smarter’ dengan adanya media ini. (4) to trade — nah, yang terakhir ini yang ada hubungannya dengan beli membeli, bayar membayar dan pokoknya any transaction via media ini.

Bagaimana memanfaatkan online media adalah dengan mengerti ato paham betul apa yang diinginkan oleh visitors, sebisanya dalam website dibekali dengan fungsi2 yang komplit, kalo bisa semuanya ada (dari no.1 sampai 4 diatas).

Tapi saya juga mengingatkan bahwa ada tantangan tersendiri media online, karena ada kalanya konsumen punya andil yang tinggi terhadap isi cerita atau berita. Ini disebut deng “Consumer generated media’ (CGM) mana dia bisa membantu promosi brand, tetapi sekligus kalo nggak hati2, brand kita bisa diomongin macem2 – jadi kita, hare gene… kudu waspada, dalam pembinaan brand jangka panjang kalo bisa dimonitor terus apa2 yang ada di media consumer itu.

Acara tanyajawabnya seru banget.. sampe2 acaranya molor, kita baru berhenti sekitar jam 2 itupun karena sudah pada nggak tahan laparnya aja. Padahal masih bersemangat hadirin yang bertanya (ada pengurus museum lain, ada student, ada karyawan BI, dll. Bagi hadirin yang masih ingin tanya ke saya, khususnya, silakan aja ya.. bisa tanya lewat media website ini.

Selamat ya untuk penyelenggara akan keberhasilan acaranya, mudah2an sesuai dengan tujuannya, yaitu selain mempopulerkan museum BI ini, tetapi juga untuk memberikan wawasan tambahan bagi audiences.

Consumer Generated Media: Peluang atau Ancaman?

Majalah SWA Maret 2007 Read More →