-->
 

All posts in Published Article

The Jokowi-Ahok Show

Kemenangan Jokowi-Ahok dramatik. Kalau kata anak sekarang: “WOOUUUW!”

Saya belum ingin mengucapkan selamat, karena pertunjukan belum lagi dimulai.

Pada saat saya memasang foto bersama Ahok di facebook, ada teman yang bertanya mengapa tidak pakai baju kotak-kotak? Saya sampaikan bahwa posisi saya saat ini baru sebatas just friend, belum soulmate dengan pasangan Jokowi-Ahok. Belum ingin menggunakan elemen brand tersebut sebelum yakin bahwa keduanya berhasil dalam show nanti. Saya kan baru saja mendapatkan tiket untuk menonton The Jokowi-Ahok Show. Belum ada jaminan bahwa setelah menonton pertunjukan, saya akan happy dan kemudian terkonversi menjadi penggemarnya. So, wait and see.

Pak Jokowi. Pak Ahok. Ucapan selamat tetap saya berikan, tetapi adalah ucapan selamat bekerja. Selamat bekerja mempersiapkan diri. Karena pertunjukan akan segera dimulai! Waktunya sempit, tidak sempat lagi untuk latihan dan rehearsal. Sebentar lagi bapak-bapak harus memimpin show besar-besaran yang sifatnya maraton, kejar tayang. Read More →

Sukses Instan Gangnam Style: Jackpot!

Gangnam sebelah mananya Gangempat atau Gangtiga?

Untuk yang belum pernah mendengar, Gangnam sama sekali tidak berhubungan dengan Gang Enam yang cukup banyak di kota-kota di Indonesia. Gangnam adalah sebuah distrik di Korea Selatan yang terkenal dengan tempat perbelanjaan dan hang-out yang elite.

Gangnam Style adalah sebuah ‘dance moves’ yang mengekspresikan seseorang yang sedang menunggang kuda.Musik dan tarian ini diciptakan oleh Park Jae-Sang alias PSY, penyanyi Korea yang membuat video klip dengan latar belakang lokasi elite Gangnam.

Video ini sukses luar biasa. Dalam waktu kurang dari dua bulan ditonton lebih dari 160 juta orang di berbagai belahan dunia. Di Amerika, yang sebelumnya dikatakan imun terhadap serangan ‘Korean waves’ atau gelombang K-Pop culture, justru adalah negara pertama yang heboh dengan tarian PSY.

Saya selalu kesulitan untuk menjelaskan mengapa ada brand yang bisa sukses dalam semalam dan ada brand yang harus bekerja keras bertahun-tahun untuk bisa mencapai tingkat kesuksesan yang sama.

Dalam rumus branding selalu dikatakan: branding itu proses. Tidak bisa dibangun secara instan.Bagaimana menjelaskan kesuksesan Gangnam Style yang bisa dikategorikan sukses instan ini? Read More →

KPK: Komisi Pembongkaran Korupsi

BONGKAR!

Saya suka iklan yang temanya “Bongkar Bongkar Kebiasaan Lama Orang Indonesia” dengan bintang iklan Iwan Fals. Sangat menyeruak di tengah-tengah kebosanan nonton iklan-iklan lain yang gayanya itu-itu saja.

Katanya iklan kopi ini sukses, dalam waktu singkat produk bisa mendobrak dominasi kopi ‘kebiasaan lama’ kita.  Selamat bagi team kreatifnya! Saya sendiri tanpa sadar juga ikut-ikutan beli kopi baru tersebut, ingin tau, seperti apa ya rasanya? Menurut iklan tersebut: Bukan penggemar kopi kalau belum coba rasa kopi baru.  Ternyata saya termasuk BTI – barisan termakan iklan.

Iwan Fals sangat jitu menyampaikan pesan Bongkar-bongkar dengan lagunya yang memang sangat kontekstual. Sayang yang dibongkar hanya kebiasaan lama minum kopi. Seharusnya yang dibongkar itu adalah kebiasaan lama, kebiasaan buruk orang Indonesia yaitu KORUPSI. Read More →

Stopping Power: Iklan Tong Fang dan Zakat

“Dulu saya sering lupa berzakat. Setelah berobat ke Klinik Tong Fang, saya jadi rajin berzakat. Terimakasih Klinik Tong Fang.”

Mungkin ini plesetan yang cocok untuk mengaitkan topik bahasan saya kali ini yaitu seputar iklan Klinik Tong Fang dengan Iklan-iklan berzakat yang bertaburan sepanjang  bulan ramadhan. Fenomena Tong Fang sebagai trending topic di Twitter memang menyedot perhatian massa. Disini terbukti bahwa virus word of mouth bisa bekerja dengan baik pada saat topiknya mempunyai stopping power yang menarik.

Good first impression itu powerful. Jika sebuah iklan, baik itu online maupun offline, tidak menarik perhatian dalam hitungan detik, ia sudah bisa dikatakan gagal.Berapa banyak iklan yang kita lihat per harinya? Dari mulai iklan TV, iklan media luar ruang hingga iklan di media sosial. Ribuan jumlahnya. Berapa yang bisa kita ingat?

Mempunyai iklan yang tepat dibutuhkan untuk keluar dari kerumunan. Iklan harus didisain untuk menjadi menarik perhatian, dengan ide yang orginal – out of the box, kalau perlu dibuat lucu. Tentu saja masih dalam koridor mengusung pesan brand. Yang sangat penting di awal adalah kekuatan STOPPING POWERnya. Paling tidak, jika ada yang berhenti sejenak dan menonton iklan, berarti sudah ada ‘wow factor’ nya. Read More →

Ustad Seleb: Risiko Brand Endorser

‘Celebrity Endorsement’ bukan hal baru di dunia pemasaran. Di dunia fashion, hal ini sudah terlebih dahulu dipraktekkan. Di abad ke Sembilan belas, Charles Worth, seorang fashion designer di Paris sudah melihat pentingnya untuk mengaitkan selebrity terkenal dalam memasarkan produk ‘haute couture’ nya yang bernama La Maison Worth.

Selebriti memang dibutuhkan dan sangat penting bagi produk-produk tertentu terutama yang menyangkut lifestyle. Kekuatan personal brand mereka bisa menjadikan sebuah brand fashion menjadi terkenal ataupun sebaliknya.

Bagaimana dengan menggunakan icon Ustad dalam iklan-iklan produk di bulan Ramadan? Apakah ini sesuatu yang baik dampaknya bagi brand?  Banyak Ustad yang mempunyai khalayak luas, dan diberi label Ustad Selebriti oleh berbagai pengamat. Apakah iklan dengan bintang Ustad Seleb ini sesuatu yang positif? Read More →