All posts in Published Article

People 2.0 vs Government 1.0: Berbicara dengan Tembok

oleh Amalia E. Maulana, dimuat di Kolom Branding Solution, Koran Sindo 26 Oktober 2011

Kapan saat terakhir Anda berbicara dengan brand? Menanyakan sesuatu atau bahkan mengutarakan kekesalan atau kekecewaan pada layanannya? Menggunakan media apa saat Anda berkomunikasi? Melalui hotline services, melalui twitter nya atau ‘contact us’ di website?

Ceritakan pengalamannya – apakah di sisi Brand ada yang merespon? Ada yang mendengarkan dan kemudian secara atentif menjawab dengan baik pertanyaan dan keluh kesah seputar brand tersebut?

Ataukah, Anda merasa seperti berbicara dengan tembok saja? Sudah menulis panjang lebar dan berbicara sampai berbusa-busa – pengelola brand nya pura-pura tidak dengar dan tidak mengerti, malah sibuk berbicara sendiri.

Jika itu yang terjadi, berarti Anda saya nobatkan sebagai KONSUMEN 2.0, sedangkan brand tersebut cocok diberi label BRAND 1.0.  Yang satu sudah 2.0 yang lainnya masih 1.0. Makanya jadi : ‘Jaka Sembung Naik Ojeg. Gak Nyambung, Jack!’ Read More →

Gotcha Moments: Brand Instant Ayu TingTing

oleh Amalia E. Maulana, dimuat di Kolom Branding Solution, Koran Sindo, 12 Oktober 2011.

Ayu bukan Artis Instan. Demikian Ibunda Ayu TingTing menjelaskan posisi  anaknya dan  mengatakan bahwa kesuksesan Ayu bukanlah didapat dari langit. Ayu sudah merintis karirnya sejak SMP.

Artis instan atau bukan, yang menjadi topik bahasan kali ini adalah aspek instant brandingnya. Cakupan aspek ini menyangkut brand yang dalam waktu relatif sangat singkat, menuai kesuksesan.

Mendadak tenar tentu adalah sebuah euphoria tersendiri bagi pemilik brand dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dalam hal ini yang sering luput dari perhatian adalah bagaimana kemudian membawa kesuksesan instant ini menjadi kesuksesan yang lebih langgeng, bahkan lebih sukses dari pengalaman awalnya.

Dengan kesuksesan instant yang diperoleh oleh beberapa brand di media sosial ala Sinta Jojo, Briptu Norman dan sekarang Ayu TingTing, saya sedikit kuatir akan dampaknya terhadap pemahaman branding.

Read More →

Cantik itu Hitam, Hitam itu Cantik. Peluang Blue Ocean Miss Universe

oleh Amalia E. Maulana, dimuat di Kolom Branding Solution, Koran Sindo, 28 September 2011.

“Hitam manis hitam manis, si hitam manis. Pandang tak jemu, pandang tak jemu……”

Bukankah definisi hitam tetapi cantik itu sudah ada sejak puluhan tahun lalu? Lagu tahun enampuluhan Hitam Manis di atas adalah salah satu bukti bahwa puja puji tentang kecantikan wanita tidak hanya didominasi oleh definisi cantik berkulit putih.

Miss Angola Leila Lopez yang menjadi pemenang Miss Universe 2011 yang baru lalu memang mengejutkan banyak pihak. Di satu pihak, ada yang merasa tidak nyaman karena secantik apapun dan sepintar apapun, jika berkulit hitam, dia dianggap tidak berhak mendapat gelar wanita tercantik sejagad. Di pihak lain, ada yang merasa lega dan mendapat angin segar. Siapa bilang cantik harus berkulit putih. Read More →

Paket Genius – Personal Brand Steve Jobs

oleh Amalia E. Maulana, dimuat di Kolom Branding Solution, Koran Sindo, 14 September 2011.

Steve Jobs mengundurkan diri. Berita fenomenal yang mengguncangkan pengguna gadget, terutama para Applemania.

Steve Jobs lagi. Saya teringat tahun 1995 pada saat masih menjadi murid MM-IPMI, ujian pelajaran organizational behavior adalah case Steve Jobs yang dilengserkan dari Apple. Pendiri perusahaan yang dipecat dari kantornya sendiri – tentu merupakan salah satu case Harvard Business School yang menarik untuk dijadikan bahan ujian di kelas.

Saat ini, kasus resign Steve Jobs ingin saya bahas dari sudut pandang mata kuliah brand management, bukan dari sisi organizational behavior nya.

Read More →

Mudik Bareng Brand – Transaksi atau Relasi?

Kolom Branding Solution dimuat di Koran Sindo, Agustus 2011 (extended version)

”Bu, tahun ini tidak usah membelikan saya tiket travel untuk mudik. Saya sudah dapat tiket gratis nih,” demikian kata Mala, asisten rumah tangga di rumah kami, yang ingin mencoba ikut mudik bersama dengan Giant tahun ini.

Sebagai salah satu konsumen setianya, maka sudah jauh-jauh hari Mala mengumpulkan kupon dan rela ikut antre untuk mendapatkan jatah kursi bis pulang kampung. Di rumah kami, memang Mala termasuk decision makers untuk memilih supermarket mana yang akan dijadikannya tempat belanja. Read More →