-->
 

All posts in Published Article

Bieber, Bocelli, Merpati dan Pariwisata Kita

Dimuat di harian Seputar Indonesia, Kolom Branding Solution, Mei 2011.

Di media sosial Twitter, seberapa besar pengaruh Anda kepada khalayak pengikut (follower), bisa diukur. Ini yang disampaikan oleh Andi Primaretha dalam seminar yang diselenggarakan oleh Virtual Consulting beberapa waktu yang lalu. Read More →

Steve Jobs: Apple tidak butuh riset

Dalam sebuah interview dengan majalah Fortune, Steve Jobs secara kontroversial menyatakan “We do no market research. With great products, business will follow”.

Kalimat ini diulang lagi pada peluncuran tablet iPad. Sekelompok jurnalis yang bertanya padanya bagaimana riset pasar yang dilakukan Apple, dijawab secara sederhana. Menurutnya, tidak satupun riset dilakukan, dan bukan tugas konsumen untuk tahu apa yang ia inginkan. Read More →

Media Sosial: Dari ‘The Angels’ hingga ‘The Curhaters’

“Marry Me.. Harry!”…..I wanna be a princess… Harry, would you marry me?”

Demikian jeritan yang banyak ditemui di Twitter pada saat pernikahan William Kate. Kalimat ini bertaburan dan terekam dalam hastag #RoyalWedding. Read More →

Krisis Brand: Citibank vs Omni

Para pakar branding menyatakan, lebih mahal biaya untuk memperbaiki citra brand yang telah diasosiasikan dengan hal-hal yang kurang menyenangkan dibandingkan dengan meluncurkan brand yang sama sekali baru.

Read More →

Peranan I-brand dalam Pengembangan Corporate Brand

I-brand vs Personal brand

Bila kegiatan branding pada umumnya lebih lekat pada kegiatan pengembangan brand/reputasi di dalam produk perusahaan, maka I-brand dan personal brand fokus pada pengembangan pribadi dan reputasi seseorang.

Mengapa perlu dibedakan istilah I-branding dari induknya yaitu personal branding? Bermula dari masih banyaknya individu yang punya mispersepsi. Mendengar kata personal brand, langsung menutup diri, merasa bahwa personal branding sarat dengan sifat dan perilaku narsisme yang berlebihan, dan menjadi sangat tidak nyaman.

Read More →