-->
 

All posts in Published Article

Bukan Sekedar Baju

‘Baju aja repot banget sih Mama!’

Anak saya biasanya cemberut pada saat diminta ganti baju untuk pergi ke pesta keluarga, karena bajunya tidak ‘pas’.

Seperti anak saya, masih banyak yang berpendapat bahwa pakai baju itu selera jadi terserah mereka saja. Orang mau suka boleh, tidak ya tidak mengapa. Ini adalah gaya orang-orang yang masih berpikiran dari dalam ke luar. Artinya tidak memikirkan secara serius pendapat orang di sekitarnya tentang apa yang dikenakannya.

Citra seseorang, mau atau tidak mau, akan dibentuk dari atribut yang disandangnya. Baju merupakan salah satu elemen personal branding yang melekat dekat dengan asosiasi personality diri sendiri. Read More →

Selamatkan Pencitraan yang Tercemar

Kolom Branding Solution.

Di sini pencitraan. Di sana pencitraan. Di mana-mana pencitraan.

Kata Pencitraan sedang ngetrend. Setelah selesai sidang paripurna, di media formal dan sosial, obral kata pencitraan. Contohnya:

- Sidang paripurna DPR menjadi media untuk ‘pencitraan’ partai politik. Jelas terlihat adanya ‘pencitraan’ dalam sidang tersebut (herrygaara5’s blog).

- Penolakan PDIP terhadap kenaikan BBM bersubsidi hanyalah sebuah ‘pencitraan’ saja agar mendapat simpati rakyat menjelang pemilu 2014 (berita media).

- Pecahnya koalisi PKS: jangan menjual nama rakyat dengan tujuan ‘pencitraan’ (berita media)

Dahlan Iskan juga sering dituding melakukan pencitraan. Ini dari media sosial:

- Thread di Kaskus.com: Trik ‘pencitraan’ Dahlan Iskan. Janji2 Dahlan Iskan yg sering dimuat di media, yang dapat simpati luas, tapi jarang diperhatikan realisasinya oleh publik Read More →

Brand Extension: Jakarta bukan Solo, Jokowi!

Kolom Branding Solution.

Kalau ada yang mengatakan Jakarta bukan Solo, Pak Jokowi, saya sarankan, jawab saja, “So what? Jakarta memang bukan Solo, tapi bisa saya ‘Solo’kan jika diberi kesempatan.

Saat ini, percayalah, Pak, banyak yang bermimpi Jakarta bisa seperti ‘Solo’.

Artinya, banyak masalah di Jakarta yang menumpuk yang bisa selesai karena pemimpinnya mau menyelesaikannya, bukan hanya mengatakan akan menyelesaikannya. Eksekusi lebih penting dari hanya strategi saja – Eksekutor.

Artinya, Jakarta bisa punya pemimpin yang tidak ragu langsung terjun di lapangan dan tidak hanya duduk di Ivory tower. Trouble shooter.

Artinya, Jakarta akan punya pemimpin yang punya integritas. Yang mengemban tugas kerakyatan karena panggilan hatinya, bukan karena iming-iming fasilitas. Yang bisa dipercaya. Amanah. Read More →

Atasi Korupsi via Strategi Cobranding

Headline dan berita bombastis di koran dan tabloid akhir-akhir ini membuat saya stress. Coba simak tiga berita ini: (1) Rudy Kurniawan, pria Warga Negara Indonesia (WNI) menggegerkan Amerika Serikat karena koleksi wine langkanya palsu. (2) Kisah sembilan wanita yang tersandung kasus korupsi.  Angie, Nunun, Miranda, Malinda, Rosa, Wa Ode, Dharnawati, Ayin dan Darmawati. Dikatakan, mereka adalah wanita berkarir cemerlang, uang melimpah dan dari keluarga yang harmonis. (3) Mafia Pajak dan Reformasi Birokrasi. Habis Gayus terbitlah Dhana.

Bagaimana tidak stress? Saya sangat punya kepentingan terhadap brand-brand yang disebutkan di dalam headline tersebut. Orang Indonesia penipu? Saya kan orang Indonesia. Wanita korupsi? Saya kan sama dengan mereka, wanita yang diberi kesempatan untuk punya karir diluar rumah.  Mafia pajak? Wah, ini keterlaluan. Saya adalah pembayar pajak yang setia.

Sebagai orang Indonesia, malu membaca bahwa Indonesia dikaitkan dengan berita buruk tentang salah satu warganya. Country brand image Indonesia sudah diusahakan untuk bergerak naik dari berbagai aspek, mulai dari Destination Idol Komodo hingga Sri Mulyani calon pemimpin Bank Dunia. Sekarang, harus rela melorot gara-gara pemberitaan miring tentang wine collector yang ternyata fraud (penipuan). Kepercayaan terhadap Indonesia dan barang-barang yang dihasilkan oleh negara Indonesia pasti terganggu. Read More →

Narkoba di Udara: The Leader Factor

Kolom Branding Solution, dimuat di Koran Sindo, 15 Februari 2012.

Biasanya saya selalu merasa sangat nyaman mendengar suara Kapten Penerbangan yang berat dan berwibawa mengawali perjalanan di pesawat. Saya merasa ‘in good hands’.  Tetapi belakangan, saya selalu mempertanyakan, bagaimana kualitas Kapten Penerbangan kali ini?

Saya terkenang masa kecil naik pesawat pertama kali dengan ayah saya – rasa bangga dan excited, bercampur menjadi satu. Benar-benar perjalanan yang menyenangkan dan berkesan. Sampai beberapa tahun terakhir, perjalanan via udara masih merupakan sebuah pilihan yang enjoyable.

Ada yang berbeda pada perasaan hati, pada saat naik pesawat pulang pergi ke Jambi minggu lalu. Saya hadir acara Hari Pers Nasional 2012, sebagai salah satu juri Award Jurnalistik Adinegoro.

Sepanjang perjalanan saya berdoa semoga pilot pesawatnya sehat lahir dan batin. Tidak dalam pengaruh obat terlarang. Perjalanan menjadi detik-detik mendebarkan. Yang terbayang adalah wajah anak-anak saya. Lama-lama saya jadi paranoid sendiri. Read More →