All posts in Published Article

Urgent: Ganti Nama ESEMKA

dimuat di Kolom Branding Solution, Koran Sindo, 19 Januari 2012

Apalah arti sebuah nama?  Demikian kata pujangga William Shakespeare. ‘rose by any other name would smell as sweet’ – biar diganti namanya sekalipun, mawar akan tetap berbau harum.

Shakespeare pasti belum memikirkan dampaknya bila nama bunga mawar tersebut diganti menjadi bunga terasi, mungkin tidak ada yang berani mendekat untuk mencium baunya.

Nama mengandung doa. Seorang ibu dan ayah perlu waktu berminggu-minggu untuk memilih nama bayinya. Jika perlu membuat riset yang sangat panjang hanya untuk menemukan sebuah nama indah. Dalam sebuah nama terkandung cita-cita yang dipanjatkan oleh orang tua kepada anaknya. Read More →

It Takes Two to TANGO!

Dimuat di Kolom Marketing, Bisnis Indonesia Minggu, 1 Januari 2012

Tahun lalu, anak saya maagnya terganggu dan harus di rawat di rumah sakit karena stress akibat ujian sekolah dan makan tidak teratur.

Dokter meminta persetujuan untuk pemeriksaan endoskopi yang cukup mahal. Seingat saya, pada saat itu saya tidak pernah bertanya kepada dokter, apakah ada jaminan bahwa kalau sudah diperiksa dan ketemu masalah maagnya, anak saya pasti sembuh 100%.

Saya mengerti, bahwa setelah ketemu penyakitnya pun, masih banyak faktor lain yang harus dipikirkan dan dikerjakan. Misalnya dengan mempelajari jenis-jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakannya. Lalu, menjaga makanannya sehari-hari dan mengingatkan anak untuk lebih rileks dalam belajar.

Jadi, secara realistis, saya tidak minta dokter itu memastikan bahwa setelah treatment endoskopi, anak saya dijamin sembuh.

Karena itu, buat saya aneh sekali mendengar seorang Decision Maker yang bertanya apakah ada jaminan bahwa brand saya akan sukses apabila mengikuti rekomendasi Anda untuk rebranding?

Sukses tidaknya aktivitas rebranding bukan ditentukan oleh dokter atau konsultan seperti saya ini, tetapi pemahaman dan pelaksanaan prosesnya nanti. Ternyata ada persoalan yang lebih berat yang dihadapi oleh perusahaan tersebut, yaitu, sang decision maker, belum memahami big picture proses branding! Read More →

Shopping Experience: Beyond Produk dan Kelas Sosial

Kolom Branding Solution Amalia E. Maulana, Koran Sindo 7 Desember 2011

Seorang wanita kaya sedang menyusuri trotoar ketika ditegur perempuan gelandangan yang lusuh dan kumal. Gelandangan itu meminta beberapa ribu rupiah untuk makan.

Wanita itu mengambil dompetnya, mengeluarkan lima ratus ribu rupiah dan bertanya: jika kamu kuberi uang ini, apakah kamu akan menghabiskannya untuk berbelanja?”  “Tidak Nyonya, aku tidak mau membuang waktu untuk belanja.” Jawab gelandangan itu lagi. “Aku akan memakai uang ini untuk bertahan hidup.”

“Apakah kamu akan menggunakannya untuk pergi ke salon?” Wanita itu sekali lagi bertanya. “ Apakah Anda sudah gila?” jawab gelandangan itu. “ Aku tidak pernah merapikan rambutku selama 20 tahun”. Read More →

Destination Idol Komodo: Beyond Voting

Kolom Branding Solution Amalia E. Maulana dimuat di Koran Sindo, 9 November 2011

Surat terbuka untuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ibu Mari Elka Pangestu

Dear Ibu Mari,

Pertama-tama, selamat ya Bu atas amanah baru di pundak Ibu. Semoga Ibu Marie berhasil menjadi agent of change di lembaga kepariwisataan kita nanti.

Sudah lama saya ingin melihat perubahan di dunia pariwisata kita, terutama dari sisi brandingnya. Jika kita melihat di Negara-negara tetangga, pariwisata bahkan sudah bisa menghidupi masyarakatnya. Mengapa dengan modal warisan budaya dan alam yang demikian luar biasa, kita masih tertinggal?

Surat ini saya layangkan ke Ibu seputar issue Komodo dan dinamika voting untuk menjadikannya tujuh keajaiban dunia. Tampaknya masalah yang berkembang sudah terlalu jauh dari esensinya.

Kalaupun vote sudah kita dapatkan dan kemudian Komodo masuk menjadi salah satu ‘idol’ keajaiban dunia, so what? what’s next? Daftar pertanyaan saya masih panjang. Read More →

Daya Pikat Bisnis Start Up

Oleh Amalia E. Maulana, dimuat di Kolom Marketing, Bisnis Indonesia Minggu, Oktober 2011

Minggu ini saya bertugas lagi menjadi juri di acara kompetisi tahunan Sparx Up  Award yang merupakan kerjasama antara SemutApi dengan dua media online. Acara ini bertujuan memberikan tempat bersaing bagi bisnis start up berbasis digital, agar pemainnya lebih kreatif lagi.

Pemenang Sparx Up tahun lalu, yaitu gantibaju.com, lewatmana.com dan nulisbuku.com adalah beberapa contoh bisnis start up digital yang sudah sukses.

Selain kagum akan kreatifitas anak muda yang ikut dalam ajang award ini, saya juga sekaligus envious terhadap kesempatan yang dimiliki mereka (saya sebut envious untuk lebih memperhalus kata irihati yang sebenarnya arahnya kesana!) Read More →