-->
 

All posts in Personal Branding

Partners in Crime dan Branding Angie

Branding Solution, Koran Sindo, Feb 2012

‘If all my friends were to jump off a bridge, I wouldn’t jump with them, I’d be at the bottom to catch them.’

Siapapun yang mendengar quote di atas, pasti kagum. Betapa besar pengorbanan seorang sahabat sejati.  Tali temali pertemanan yang begitu kuatnya sehingga seseorang mau melakukan apa saja demi untuk menyelamatkan temannya.

Pertemanan tersebut sudah masuk pada tingkat yang disebut dengan soulmates. Jelas bukan hanya pertemanan biasa.

Dalam buku saya yang terbaru yaitu ‘BRANDMATE: Mengubah Just Friends menjadi Soulmates’, dijelaskan sedikitnya tiga tingkatan pertemanan. Dari tingkat awal yang hanya sekedar just friends, lalu menjadi good friends hingga mencapai tingkat soulmates.

BRANDMATE menjelaskan proses branding dengan analogi pertemanan. Keterikatan seorang konsumen terhadap brand tertentu juga melalui proses yang sama. Tingkat loyalitas atau keterikatan emosional brand tercapai bila secara serius dibangun dan dikembangkan. Read More →

Baris-Baris JANJI

Dimuat di Kolom Expert Says di Kick Andy Magazine, Januari 2012

“Promises are not meant to be broken.”

Apakah Anda rutin membuat resolusi di setiap tahun baru? Jika jawabannya ya, berarti Anda layak dapat bintang. Karena tidak semua orang punya dan meluangkan waktunya untuk itu.

Pertanyaan berikutnya, berapa banyak resolusi tersebut yang terealisasi? Karena bintang yang lebih besar baru bisa diberikan kepada yang membuat resolusi dan kemudian menepatinya.

Bagi sebagian dari kita, menuliskan resolusi hanya sekadar ritual, tetapi makna pemenuhan resolusi itu yang belum dipahami dan dihayati. Menuliskan resolusi awal tahun sama seperti menuliskan daftar janji. Bedanya dengan janji biasa, janji yang satu ini adalah janji untuk diri sendiri.

Berjanji memang mudah. Apalagi janji untuk diri sendiri. Tidak usah menunggu setahun sekali, setiap malam sebelum tidur pun kita sering merenung dan kemudian berjanji mulai besok akan menjadi sosok yang lebih baik dalam berbagai urusan. Tetapi, besoknya hidup berjalan seperti biasa lagi. Janji tinggal janji. Read More →

Mana Sahabatmu, SBY?

Dimuat di Kolom Branding Solution, Koran SINDO, 07 Juni 2011.

Dalam tulisan saya tahun lalu di sebuah media yang berjudul: ‘Brand SBY: Lulus Audit?’, saya sudah mengisyaratkan bahwa beliau raportnya merah, dan tidak lulus personal brand audit. Kali ini, saya ingin mengangkat topik brand SBY lagi, seputar pentingnya Brand Ambassador untuk perbaikan nilai raport.

Sebenarnya, apa definisi Brand Ambassador?

Pada setiap mengadakan kuis marketing di seminar atau workshop, peserta selalu keliru dalam menjawab pertanyaan tentang definisi brand ambassador. Tidak heran, istilah ini memang termasuk salah satu miskonsepsi dalam dunia branding.

Read More →

Tersesat di Jalan yang Benar

Wawancara oleh Naomi Jayalaksana, di Femina Edisi Tahunan 2011.

Brand Consultant & Ethnographer. Begitulah penjelasan yang terpampang di business card Amalia E. Maulana. “Kata Nukman Lutfie, saya tersesat di jalan yang benar,” ujarnya tertawa, saat mengutip ucapan pakar online strategist itu. Melihat ijazah sarjananya, wanita lulusan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memang harusnya menjadi ahli pangan. Nyatanya, nama dan buah pikirannya justru banyak beredar di ranah marketing dan menginspirasi para praktisi pemasaran.

Read More →

Brand SBY, lulus audit?

Apa persamaan buku ‘Obama Revealed’ dan ‘Pak Beye dan Istananya’? Keduanya adalah buku yang mengulas tentang pencitraan tokoh orang nomor satu di negaranya.

Kedua buku ini juga mengungkapkan banyak fakta baru tentang ‘gap’ antara citra yang diusung pada saat awal pemerintahan dengan citra setelah proses pemerintahan berlangsung.

Hadirnya Obama sebagai presiden baru dari kalangan minoritas, sudah memberikan harapan yang sangat tinggi kepada banyak pihak. Situasi yang over-expectation itulah yang membuat Obama semakin sulit untuk bisa memuaskan para stakeholders-nya.

Read More →