-->
 

All posts in Branding

PRJ Rakyat yang Mana Jokowi?

Dimuat di Kolom Branding Solution, Koran Sindo, 19 Juni 2013.

Puja-puji bermunculan dengan cepat di media sosial pada saat Jokowi menyuarakan bahwa Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran seharusnya dipindahkan kembali ke Monas.

  • PRJ tak merakyat hanya menguntungkan pebisnis swasta, salut Jokowi.
  • Jakarta Fair u/ promosi produk dlm negeri, Jokowi kembalikan ke ruhnya.
  • PRJ yg ada sekarang harga tiket masuknya aja ga merakyat.

Saya pribadi mendukung ide Jokowi untuk mengembalikan fungsi PRJ ke tujuan semula, yaitu sebagai pestanya masyarakat Jakarta. Semenjak pindah ke Kemayoran, saya dan keluarga sudah tidak lagi meng-agendakan untuk pergi kesana. Yang terbayang lebih kepada barrier nya: jarak yang sangat jauh, transportasi yang repot – membawa mobil nanti parkirnya apakah aman?, berdesak-desakan dengan banyak orang, tidak ada hal yang spektakuler yang ada di PRJ yang hard to be missed!

PRJ ala Kemayoran memang sudah sangat berbau komersial, karena isinya lebih banyak menjual produk (yang ada di toko, supermarket, dealer dan outlet lainnya), dengan diskon khusus ditambah sampel-sampel sana sini. Ah, buat apa ke PRJ? Read More →

Branding and X-Factor

Menurut Anggun C. Sasmi – salah satu juri ajang pemilihan bakat X-Factor, penyanyi yang terseleksi sampai tahap akhir pada umumnya keren banget, kualitas menyanyinya bagus. Hanya saja dia mengingatkan para juri lain, jangan sampai salah pilih. Karena yang dijadikan pertimbangan untuk ajang ini bukan hanya pandai menyanyi, tetapi haruslah yang mempunyai Faktor-X.

Di kamus Merriam-Webster X-factor didefinisikan sebagai a circumstance, quality, or person that has a strong but unpredictable influence”. Dictionary.com menjabarkan sebagai “a hard-to-describe influence or quality; an important element with unknown consequences”. Oxford Dictionary hampir sama saja, menjelaskan X-factor “a special quality, especially one that is essential for success and is difficult to describe”.

Ada beberapa kata kunci dalam definisi X-factor di atas, yaitu: Unpredictable – Unknown – Difficult to describe – Powerful influence.

X-factor bukanlah sesuatu yang bersifat teknikal, fitur-fitur yang kasat mata, tetapi sebaliknya, bersifat abstrak, intangible, tetapi bisa dirasakan kekuatan power dan pengaruhnya. Read More →

Dicari: Capres yang Go Green

Banyak diskusi membahas kriteria Calon Presiden yang ideal. Saya ingin menambahkan sebuah parameter lagi yaitu Capres yang ideal adalah yang sudah “Go Green”.

Aktifitas Go Green awalnya lebih ditiitikberatkan kepada aspek lingkungan, terdiri dari kegiatan 4R – Reduce, Reuse, Recycle dan Replace material yang digunakan sehari-hari.

Arti kata Go Green atau Green Movement saat ini sudah meluas kepada definisi – “a supporter of socially conscious, political and personal actions that support the environment, non-violence, elimination of poverty, equality, diversity and conservation.” Dari definisi tersebut Capres yang Go Green berarti yang mendukung aktifitas sosial, politik dan personal berkaitan dengan lingkungan hidup dan kesejahteraan komunitas. Juga anti kekerasan, memberantas korupsi, mengetengahkan persamaan hak dan menghargai perbedaan. Read More →

Atasi Korupsi via Strategi Cobranding

Headline dan berita bombastis di koran dan tabloid akhir-akhir ini membuat saya stress. Coba simak tiga berita ini: (1) Rudy Kurniawan, pria Warga Negara Indonesia (WNI) menggegerkan Amerika Serikat karena koleksi wine langkanya palsu. (2) Kisah sembilan wanita yang tersandung kasus korupsi.  Angie, Nunun, Miranda, Malinda, Rosa, Wa Ode, Dharnawati, Ayin dan Darmawati. Dikatakan, mereka adalah wanita berkarir cemerlang, uang melimpah dan dari keluarga yang harmonis. (3) Mafia Pajak dan Reformasi Birokrasi. Habis Gayus terbitlah Dhana.

Bagaimana tidak stress? Saya sangat punya kepentingan terhadap brand-brand yang disebutkan di dalam headline tersebut. Orang Indonesia penipu? Saya kan orang Indonesia. Wanita korupsi? Saya kan sama dengan mereka, wanita yang diberi kesempatan untuk punya karir diluar rumah.  Mafia pajak? Wah, ini keterlaluan. Saya adalah pembayar pajak yang setia.

Sebagai orang Indonesia, malu membaca bahwa Indonesia dikaitkan dengan berita buruk tentang salah satu warganya. Country brand image Indonesia sudah diusahakan untuk bergerak naik dari berbagai aspek, mulai dari Destination Idol Komodo hingga Sri Mulyani calon pemimpin Bank Dunia. Sekarang, harus rela melorot gara-gara pemberitaan miring tentang wine collector yang ternyata fraud (penipuan). Kepercayaan terhadap Indonesia dan barang-barang yang dihasilkan oleh negara Indonesia pasti terganggu. Read More →

BUKU ‘BRANDMATE”: Mengubah Klien menjadi Soulmate

Liputan Antara News

Dari konsumen hingga menjadi soulmate itu butuh proses pembinaannya. Dari ‘branding’ menjadi teman, lalu sahabat, dan mencapai posisi soulmate,”

Jakarta (ANTARA News, 16 Februari) – Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana caranya menciptakan konsumen loyal, yang bisa disejajarkan dengan sahabat atau malah ‘soulmate’?

Amalia Maulana, seorang brand Consultant and Ethnography, mengulas seluruh proses terjadinya hal yang dianggap sangat sulit oleh para ‘pejuang pemasaran’.

Dia mengulasnya dengan cukup ‘cantik’ dalam buku barunya yang berjudul ‘Brandmate, mengubah just friends menjadi soulmates’.

“Dari konsumen hingga menjadi soulmate itu butuh proses pembinaannya. Dari ‘branding‘ menjadi teman, lalu sahabat, dan mencapai posisi soulmate,” ujar Amalia dalam peluncuran buku barunya itu di Jakarta, Kamis. Read More →