-->
 

All posts in Blog

Dicari: Capres yang Go Green

Banyak diskusi membahas kriteria Calon Presiden yang ideal. Saya ingin menambahkan sebuah parameter lagi yaitu Capres yang ideal adalah yang sudah “Go Green”.

Aktifitas Go Green awalnya lebih ditiitikberatkan kepada aspek lingkungan, terdiri dari kegiatan 4R – Reduce, Reuse, Recycle dan Replace material yang digunakan sehari-hari.

Arti kata Go Green atau Green Movement saat ini sudah meluas kepada definisi – “a supporter of socially conscious, political and personal actions that support the environment, non-violence, elimination of poverty, equality, diversity and conservation.” Dari definisi tersebut Capres yang Go Green berarti yang mendukung aktifitas sosial, politik dan personal berkaitan dengan lingkungan hidup dan kesejahteraan komunitas. Juga anti kekerasan, memberantas korupsi, mengetengahkan persamaan hak dan menghargai perbedaan. Read More →

Mana Lanjutan Gebrakanmu, Ahok?

Jika Rhenald Kasali mengkritisi Gebrakan Ahok di video rapat PU dengan kolomnya yang berjudul “Jangan Pecahkan Batu, Ahok” – mengisyaratkan manajemen perubahan yang tidak tepat – maka kolom saya kali ini juga akan mengkritisi Ahok, tetapi dari sisi strategi komunikasi brandnya.

Saya ragu Ahok mengerti strategi komunikasi modern yang diberi tajuk Komunikasi 360 derajat – dimana sebuah brand berkomunikasi secara efektif pada setiap touchpoint nya melalui multiple channel.

Walaupun terkesan sudah menggunakan multiple channel di multiple touchpoint, tetapi analisa saya semua itu dikerjakan secara sporadis saja. Tidak dengan perencanaan strategi komunikasi yang tajam.

Saya jadi meragukan hasilnya akan optimal, karena prosesnya saja sudah keliru. Read More →

Kembalikan Separuh Ariel

‘Separuh Aku’ adalah judul lagu Noah yang menandai kembalinya tokoh fenomenal Ariel.

Kembalinya brand Ariel melalui rebranding grup band nya Noah saat ini memang masih pada taraf ‘separuh’.  Perlu waktu dan usaha khusus untuk mengembalikan separuh lagi brand equity Ariel yang telah hilang melalui kasus yang memenjarakannya tersebut.

Setelah melalui sejumlah rangkaian konser, NOAH kembali menggelar pertunjukan The Greatest Session of the History di Mata Elang International Stadium Ancol. Vokalis utama Noah, Ariel menyatakan “Inilah puncak acara. Akan ada banyak lagu dan kejutan. Nikmatilah”.

Tampaknya sampai hari ini fokus pembinaan brand Ariel dan Noah barulah ditujukan pada para fans dan penikmat musik dan konsernya saja. Walaupun itu penting, tetapi masih ada pekerjaan rumah lain yang tidak kalah penting. Masih banyak stakeholder penting lain yang perlu digarap secara serius. Read More →

Perusahaan Tidak Meminta Maaf, itu Arogan!

Bagi sebagian orang, sulit sekali untuk berkata maaf pada saat mereka memang benar-benar harus minta maaf. Tetapi jika ini berlaku untuk perusahaan, ada satu kata yang tepat untuk menggambarkan perusahaan ini. AROGAN. Merasa tidak perlu untuk minta maaf?

Saya jarang menulis tentang complain pada perusahaan, apalagi brand nya sudah saya kategorikan sebagai soulmate. Tetapi, dalam beberapa hari ini saya merasa mereka juga perlu belajar mengerti bagaimana menangani pelanggan setianya dengan baik. Read More →

DPR: Siaga Satu Branding Problem

Ada yang bilang DPR itu Manohara. Ada yang bilang anggota DPR itu 4T. Aneh kedengarannya.

Ternyata, Manohara adalah istilah yang digunakan oleh seorang tokoh Kyai Hasyim, yang artinya: anggota DPR itu suka manuver dan bikin huruhara. Sedangkan, istilah 4T bisa dibaca di blog Jarot Doso Purwanto, staf ahli DPR. Katanya, ada anggota DPR yang Tidak pernah datang, Tidak pernah duduk, Tidak pernah bolos (sebab ada yang mengabsenkan), tapi selalu Terima gaji.

Di media sosial sendiri, di mana tidak ada batasan untuk menulis dan penggunaan bahasa sangat bebas – bahkan kadang kala keluar dari norma kesantunan–maka penggunaan istilah untuk anggota DPR ditemukan lebih beragam.

Banyak penulis blog dan pengamat mengangkat topik analisa tipologi anggota DPR yang dianggap keluar dari koridor Dewan yang terhormat. 

Tipologi atau penggolongan ini muncul sebagai sindiran terhadap perilaku individu atau kelompok yang terdeteksi menyimpang, sebagai berikut:

(dikumpulkan dari berbagai media termasuk media sosial) Read More →