All posts in Blog

Paket Genius – Personal Brand Steve Jobs

oleh Amalia E. Maulana, dimuat di Kolom Branding Solution, Koran Sindo, 14 September 2011.

Steve Jobs mengundurkan diri. Berita fenomenal yang mengguncangkan pengguna gadget, terutama para Applemania.

Steve Jobs lagi. Saya teringat tahun 1995 pada saat masih menjadi murid MM-IPMI, ujian pelajaran organizational behavior adalah case Steve Jobs yang dilengserkan dari Apple. Pendiri perusahaan yang dipecat dari kantornya sendiri – tentu merupakan salah satu case Harvard Business School yang menarik untuk dijadikan bahan ujian di kelas.

Saat ini, kasus resign Steve Jobs ingin saya bahas dari sudut pandang mata kuliah brand management, bukan dari sisi organizational behavior nya.

Read More →

Mudik Bareng Brand – Transaksi atau Relasi?

Kolom Branding Solution dimuat di Koran Sindo, Agustus 2011 (extended version)

”Bu, tahun ini tidak usah membelikan saya tiket travel untuk mudik. Saya sudah dapat tiket gratis nih,” demikian kata Mala, asisten rumah tangga di rumah kami, yang ingin mencoba ikut mudik bersama dengan Giant tahun ini.

Sebagai salah satu konsumen setianya, maka sudah jauh-jauh hari Mala mengumpulkan kupon dan rela ikut antre untuk mendapatkan jatah kursi bis pulang kampung. Di rumah kami, memang Mala termasuk decision makers untuk memilih supermarket mana yang akan dijadikannya tempat belanja. Read More →

MarCom Gaya Lembaga Amil Zakat (LAZ)

Publikasi riset ethnography by ETNOMARK, dimuat di Majalah MIX (2010)

Suatu sore, teman saya menceritakan kekagumannya terhadap salah satu ‘sales’ Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang membuka counter di mall. Di saat dia baru bertanya-tanya tentang penyaluran zakat dan belum membawa uang tunai, sales person tersebut dengan sigap menawarkan untuk mengantarkannya ke anjungan tunai mandiri yang tidak jauh dari counter dimana dia bertugas.

Ini pasti hasil dari sebuah sales training yang baik, bahwa setiap ada prospek harus diusahakan untuk dikonversi menjadi donatur. ‘Close the deal’ saat itu juga, kalau memungkinkan. Wow, berarti badan amil zakat tersebut sudah mencapai tahap jemput bola dan mengerti menerapkan proses brand activation yang handal.

Kesadaran berzakat masih rendah?

Data yang tercatat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di tahun 2010 berdasarkan kajian Asian Development Bank (ADB), menjelaskan bahwa penetrasi pengumpulan zakat secara nasional masih sangat kecil dibandingkan dengan total potensinya yang mencapai 100 trilyunan rupiah. Baznas sendiri baru mengumpulkan 1.2 trilyun rupiah tahun lalu.

Apakah ini berarti masih sangat banyak kaum muslim di Indonesia yang belum sadar pentingnya berzakat? Atau, mungkin ini lebih disebabkan karena lebih banyak zakat yang beredar langsung dari muzaki (pemberi zakat) ke mustahik (penerima zakat), tanpa melalui perantaraan lembaga-lembaga formal, sehingga tidak masuk radar?

Read More →

Pilot Garuda Belum Paham Persoalan Branding

Dimuat di Harian Seputar Indonesia 3 Agustus 2011

Terbayang sebuah skenario. Hari itu sopir taksi mogok. Tetapi setelah ‘dipaksa’ untuk tetap jalan oleh perusahaannya, maka sopir tetap berangkat dan mengendarai taksinya. Penumpang taksi yang tidak tahu menahu latar belakang kejadian hari itu, mungkin bisa merasakan bagaimana tidak nyamannya hari itu di taksi.

Sopir ngebut, bermuka masam dan ngomel sepanjang jalan tentang manajemen yang dianggap tidak adil. Jalan terbaik tentu berhenti sebelum sampai di tempat tujuan, pindah taksi saja. Biar aman, dan tidak ikut terlibat dalam prahara perseteruan antara sopir taksi dengan manajeman perusahaannya. Read More →

Brand: Janji Seribu Janji

Dimuat di Harian Seputar Indonesia, Juli 2011

Pagi ini saya duduk di koridor tempat duduk pasien di sebuah rumah sakit premium. Saya datang sepuluh menit sebelum pukul sembilan, karena dikatakan saya mendapat nomer urut 1 dan dokter mulai praktek pukul tersebut.

Saya coba klarifikasi lagi, langsung bertanya status pada counter pendaftaran, menurutnya dokter datangnya antara pukul 9 setengah 10, karena visit ke pasien inap dulu. Jadi bukan pukul 9? Saya mengeluh, mengapa tidak katakan sejak awal? Saya tidak perlu terburu-buru datang jika kenyataannya Dokter tidak datang tepat pukul 9. Read More →