Dimuat di Kolom Branding Solution Koran Sindo, 21 Desember 2011
Apa maksudnya dress code: merah-hijau? Salah satu teman arisan bertanya di Blackberry group. Melihat pesan tersebut, saya jadi ikut bingung: Hmmm….koq merah-hijau sih? Bukankah kemarin di pengumuman BBM group dikatakan dress code merah? Ternyata perubahan merah menjadi merah-hijau ada di undangan tertulis, dan saya tidak membacanya.
Jawaban pengurus arisan: “warna bajunya tetap merah, aksesorisnya yang hijau, say…” Untung sempat membaca pesan BBM ini. Alhasil, datang arisan tetap pede, tidak saltum (salah kostum).
Yang lucu, di arisan, masih saja ada yang datang dengan baju warna ungu. Wah? Ternyata teman ini masih mengandalkan memori diskusi ‘rencana dress code’ yang dibahas pada saat arisan bulan lalu, dan tidak terlalu perhatikan pesan perubahan di BBM dan di undangan.
Seru ya – komunikasi soal dress code yang sederhana ini ternyata menjadi tidak begitu sederhana. Dinamika perubahan pesan ini bisa dijadikan contoh betapa tidak mudahnya menyatukan pemahaman semua orang dalam satu kelompok.
Di perusahaan, Pimpinan perusahaan sibuk memikirkan External Branding, mengisi makna brand bagi stakeholder di luar perusahaan – konsumen, partner bisnis. Bahkan jika perlu milyaran uang dibayar untuk creative agency, agar iklan dan komunikasinya sempurna, pesannya sampai kepada yang dituju. Read More →




