Wah, serem juga nih kasus konsumen complain salah satu rumah sakit mewah, yang kemudian dipublikasikan ke consumer generated media – CGM (blog, milis, dkk, pokoknya any CG media) – dan berbuntut dituntut pencemaran nama baik dan akan masuk penjara. Turut berkabung.
Sebagai konsultan brand and marcomm saya selalu menganjurkan bagi brand owner untuk selalu alert dengan apapun yang ditulis oleh konsumen. Apapun yang dikeluhkan atau ditulis, walaupun sangat berat sebelah karena one-sided perspective, pasti ada benarnya, somehow. Jadi lebih baik introspeksi ke dalam, dan cegah jangan sampai terulang lagi. Jualan services memang 100 kali lebih sulit daripada jualan produk biasa. Tanya aja marketing managernya rumah sakit manapun, pasti ngerti deh soal ini.
Seharusnya sikap brand owner lebih elegan. Tidak menunjukkan power lewat jalur hukum pula – seperti ini. Dengan pendekatan yang simpatik, siapapun tentu akan luluh, dan bisa diminta untuk merevisi tulisannya sendiri. Pemadaman api yang baik adalah dengan air, dan air itu bisa dialirkan kepada konsumen yang complain, kalau yang punya brand cukup sensitif untuk itu.
Lah, kalau ini, justru menimbulkan kontroversi, dengan menyiram api dengan minyak….makin tinggi apinya.
Sekarang sudah jamannya web 2.0 dan horizontal marketing. Perlu disadari hal itu. Kan tidak mungkin akan membendung CGM (consumer generated media) dengan cara-cara konvensional seperti jaman dulu dimana media aja dibreidel gara-gara nulis nggak sesuai dengan maunya pejabat. Apakah menuntut blogger yang menulis kejelekan sebuah brand akan membuat orang lain menjadi simpatik? Dalam Public Relations justru penting meredam issue, bukan memperpanjang issue. Semakin dibahas seperti sekarang berarti nilai PR nya makin tinggi, dan dampak negatifnya jadi lebih luas dari kalau kita ukur sebelum issue itu ada. Sebagai contoh kecil, saya sendiri nggak aware dan nggak masuk radar cerita ttg rumah sakit itu sebelum issuenya dibesarkan oleh actionnya brand owner sendiri.
Perenungan: Saya baru saja selesai menulis 2 short notes di blog (1) brand activation or deactivation, (2) takluk pada bolu — ada 2 brand yang dibahas, satunya sisi baik dan satu lagi sisi buruk. Tujuannya satu sih, pembelajaran buat semua brand owner yang kebetulan baca blog ku. Hmm.. nggak akan dipanggil sidang pencemaran nama baik brand kan gw? Aduh, mak.. hare gene…

