-->
 

All posts in Blog

DPR: Siaga Satu Branding Problem

Ada yang bilang DPR itu Manohara. Ada yang bilang anggota DPR itu 4T. Aneh kedengarannya.

Ternyata, Manohara adalah istilah yang digunakan oleh seorang tokoh Kyai Hasyim, yang artinya: anggota DPR itu suka manuver dan bikin huruhara. Sedangkan, istilah 4T bisa dibaca di blog Jarot Doso Purwanto, staf ahli DPR. Katanya, ada anggota DPR yang Tidak pernah datang, Tidak pernah duduk, Tidak pernah bolos (sebab ada yang mengabsenkan), tapi selalu Terima gaji.

Di media sosial sendiri, di mana tidak ada batasan untuk menulis dan penggunaan bahasa sangat bebas – bahkan kadang kala keluar dari norma kesantunan–maka penggunaan istilah untuk anggota DPR ditemukan lebih beragam.

Banyak penulis blog dan pengamat mengangkat topik analisa tipologi anggota DPR yang dianggap keluar dari koridor Dewan yang terhormat. 

Tipologi atau penggolongan ini muncul sebagai sindiran terhadap perilaku individu atau kelompok yang terdeteksi menyimpang, sebagai berikut:

(dikumpulkan dari berbagai media termasuk media sosial) Read More →

2013 Impactful Marketing & Brand Strategy

BrandMate di Universitas Ciputra Surabaya

Berita dilansir dari http://www.ciputra.ac.id/news/latest-news/brandmate-it-s-more-than-a-friend

Jurusan International Business Management (IBM) Universitas Ciputra (UC) mengundang dosen tamu seorang pakar dibidang ethnography pada hari Senin (8/10).

 

Dosen tamu tersebut adalah Amalia E. Maulana, founder ETNOMARK Consulting. Sekitar 300 mahasiswa IBM dari gabungan tiga kelas (EP3, Marketing Management, dan Consumer Behaviour) mengikuti seminar ini. Mereka tampak antusias dengan topik yang dibawakan oleh Amalia karena topik ethnography masih sangat jarang didengar.

 

 

 

 

Damelina B. Tambunan selaku Kepala Program Studi IBM UC yang sekaligus sebagai moderator mengatakan bahwa tujuan dari seminar ini agar mahasiswa dapat mengenal pasar lebih baik melalui kegiatan branding.


CXO – Chief Experience Officer

Baca dua cerita konsumen berikut ini, yang ditulis di blog sebagai ekspresi pengalaman langsung.

Cerita 1: “Asli saya harus bilang WOW, deh. Speechless rasanya sepulang dari seharian eksplorasi wisata Bangkok, menemukan surprise di kamar hotel tempat kami menginap. Tempat tidur sudah ditaburi petal bunga mawar merah. Di meja terdapat cake strawberry bertulisan happy anniversary dan happy birthday. Disertai sebuah rangkaian bunga mawar merah muda dan dua kartu ucapan dari guest relations officer hotel. Heran, dari mana ya mereka tahu hari ini ulang tahun saya? Kalau wedding anniversary memang kemarin saya sebutkan karena kamar yang dipesan tidak cocok dengan foto yang di internet. Yang katanya river view ternyata garden view. Lalu mereka upgrade ke kamar yang lebih bagus–river view tentunya, tanpa biaya ekstra! Ternyata, data mereka peroleh dari tanggal lahir di paspor waktu check in. Nice surprise. It’s just too good to be true. Beyond expectation!”

Cerita 2: “Pengalaman dimanjakan oleh perusahaan permata terbesar di dunia yang berlokasi di Bangkok, dimulai dari penjemputan free ke hotel. Hanya ada kami berdua di dalam van penjemputan. Kami terkesan dengan gaya profesional supir van yang membawa kami ke toko permata tersebut. Tutur bahasa yang ramah, pandai berbahasa Inggris dan bahkan mengucapkan “selamat pagi”. Pengalaman menyenangkan ini sirna dalam sekejap dalam perjalanan pulang dari toko. Setelah selesai transaksi pembelanjaan, tiba-tiba waiter-nya pamit pulang karena ada urusan keluarga. Kami diantarkan dengan mobil yang sama tetapi dengan kualitas sopir yang sangat berbeda. Tidak bisa berbahasa Inggris dan kami harus bayar 45 baht pada saat meminta lewat jalan tol. Pelayanan yang sangat kontras dengan yang kami terima di pagi hari di saat perjalanan ke toko. I am not impressed. Habis manis sepah dibuang. Merasa sangat tidak penting lagi setelah transaksi.” Read More →

The Jokowi-Ahok Show

Kemenangan Jokowi-Ahok dramatik. Kalau kata anak sekarang: “WOOUUUW!”

Saya belum ingin mengucapkan selamat, karena pertunjukan belum lagi dimulai.

Pada saat saya memasang foto bersama Ahok di facebook, ada teman yang bertanya mengapa tidak pakai baju kotak-kotak? Saya sampaikan bahwa posisi saya saat ini baru sebatas just friend, belum soulmate dengan pasangan Jokowi-Ahok. Belum ingin menggunakan elemen brand tersebut sebelum yakin bahwa keduanya berhasil dalam show nanti. Saya kan baru saja mendapatkan tiket untuk menonton The Jokowi-Ahok Show. Belum ada jaminan bahwa setelah menonton pertunjukan, saya akan happy dan kemudian terkonversi menjadi penggemarnya. So, wait and see.

Pak Jokowi. Pak Ahok. Ucapan selamat tetap saya berikan, tetapi adalah ucapan selamat bekerja. Selamat bekerja mempersiapkan diri. Karena pertunjukan akan segera dimulai! Waktunya sempit, tidak sempat lagi untuk latihan dan rehearsal. Sebentar lagi bapak-bapak harus memimpin show besar-besaran yang sifatnya maraton, kejar tayang. Read More →