-->
 

Tantangan Pelaksanaan Strategi Rebranding

Memang gak gampang koq implementasi strategy. Rebranding salah satunya. Di atas kertas sih boleh-boleh aja setinggi langit, tapi pelaksanaannya itu… lho, benar2 harus diawasi. Kalau tidak ada 3 K (Ketekunan, Komitmen dan Konsistensi), target rebranding sulit dicapai, akhirnya… cuman CAPE DEH…. Tantangan Rebranding’ bisa dibaca dalam tulisan yang dimuat di kolom saya di Bisnis Indonesia Minggu.

12 Comments on "Tantangan Pelaksanaan Strategi Rebranding"

  1. Saya juga menemukan beberapa perusahaan yang mengatakan telah melakukan upaya rebranding. Tapi yang terlihat hanya perubahan logonya. Yang lainnya tidak berubah sama sekali (atau memang sulit berubah).Ini ibaratnya, ingin berubah personality, tapi yang diubah hanya bajunya, tapi hal-hal lain yang menunjang perubahan tidak diubah, terutama soul-nya.
    Kayaknya, hambatan terbesar rebranding adalah kultur perusahaan, yang pasti juga melibatkan human resource.
    Gitu ya bu?

  2. Laila Asri says:

    banyak ilmu yg saya dapat soal re-branding, terutama tentang the-I-Brand dalam seminar VClass Forum di Surabaya. Terima kasih atas sharing ilmunya…

  3. Benar banget Mas Nukman, walaupun sebenarnya kultur perusahaan itu akan bisa sedikit demi sedikit dirubah asalkan komitmen dari top managementnya yang kuat. Dengan sedikit ‘paksaan’, misalnya dikaitkan dengan Key Performance Index – KPI, yang bisa bertahan di perusahaan adalah yang mau berubah. Yang tidak bisa atau lebih tepat dikatakan tidak mau berubah ya akan tersisih dengan sendirinya.

  4. Thanks Laila, pertanyaan2nya dalam forum kemarin juga bagus dan relevan. Keep in touch ya.

  5. Refie Herastuti says:

    Dear Ibu Amalia,

    Terimakasih untuk sharing ilmu yang sangat berharga, rasanya worth it sekali saya mengejar Ibu sampai ke acara V Forum – Surabaya. :-) Saya salut dengan tingkat fokus Ibu yang tinggi dalam menekuni profesi ini sejak 2001.

    Jujur, masih banyak pertanyaan saya seputar profesi dan proses Personal Branding ini. Apakah Ibu menerima konsultasi pribadi? Terus terang cerita Ibu kemarin menginspirasi saya untuk semakin serius menekuni profesi ini. Saya tunggu kabarnya, terimakasih.

    Warm Regards,
    Refie Herastuti

  6. Amalia E. Maulana says:

    Thanks Refie, senang sekali jika bisa memberikan pencerahan apalagi sampai menginspirasi, that’s the ultimate reward seorang pembicara.
    Tentang konsultasi lebih lanjut, kontak via email dulu ya ke amalia@amaliamaulana.com , nanti kita sesuaikan waktunya.

  7. Refie Herastuti says:

    Dear Ibu Amalia,

    Terimakasih atas reply-nya. Saya akan segera mengirimkan email ke alamat Ibu.

    Regards,
    Refie Herastuti

  8. Iim Fahima says:

    Re-branding, tak jarang menjadi sekedar jargon. Bungkusnya saja yang baru tapi isinya sama. Terutama pada perusahaan besar, rebranding menjadi pekerjaan ekstra berat. Tapi sepertinya Pertamina lumayan berhasil ya? Saya sebagai konsumen melihat Pertamina banyak melakukan perubahan dan memang lebih baik. Thanks to Shell =)

  9. Amalia E. Maulana says:

    Mbak Iim,

    Ukuran keberhasilan rebranding Pertamina bisa dari berbagai sisi.. kalau secara fisik dari SPBU nya memang lumayan lebih bersih dan nyaman, tapi kalau dari segi marcomm nya I am not impressed. Slogan ‘kami untung, bangsa untung’ itu bisa jadi pisau dua sisi. Disatu sisi mungkin ada yang tergerak nasionalisme nya bahwa kalau Pertamina untung, bangsa ikut untung. Tapi disisi lain, banyak yang masih ingat betapa banyak ‘keuntungan’ tersebut yang masuknya bukan ke kantong bangsa tetapi justru kantong pribadi (ini dulu, tapi banyak yang memorinya tidak terlalu short.. sehingga masih ingat banyak kasus negatif). Jadi, kenapa harus mengangkat issue nasionalisme sih…Eksekusi iklannya di TV juga kurang greget.

  10. Iim Fahima says:

    Bu amalia, kalau dilihat dari sisi marcomm, saya 100% setuju dengan pendapat Bu amalia. Pesannya tidak membumi dan menganggap konsumen semuanya bodoh. Konsumen dianggap tidak paham bahwa selama ini Pertamina banyak korupsinya.

    Tapi ketika saya bertindak sebagai konsumen yang tiap minggu paling tidak sekali ke SPBU, saya sih ter-impressed dengan perubahan penampilan dan layanan mereka. At least, dibanding jaman belum ada Shell, Pertamina sudah jauh berubah.

    Dan, ketika sudah di SPBU, saya ngga ingat iklan yang saya lihat di TV =)

  11. Arief Wijaya says:

    Dear Ibu Amalia,
    Secara tidak sengaja hari ini saya membaca dan masuk ke web sites Ibu, dan saya merasa ada hal baru / pengetahuan baru yang saya dapatkan.

    Saya sependapat dengan Ibu perihal implementasi Strategi yang tidak lah semudah membalikkan tangan. Kemarin dari salah satu materi kuliah yang saya ikuti di kampus, awalnya saya merasa menyusun strategi itu sulit, ternyata … ada yang lebih sulit yaitu komit dan konsisten menjalankan program-programnya.

    Salam sukses buat Ibu.

    Arief Wijaya

  12. Amalia E. Maulana says:

    Mas Arief,

    Business is real.. Lebih sulit penerapan strategi dibandingkan dengan pembuatan strateginya sendiri.

    Tapi lebih baik belajar menyusun strategi yang benar, karena kalau strateginya saja udah nggak jelas, apalagi implementasinya.
    At least, start dengan something clear and feasible, lalu setelah itu, dijagain agar implementasinya mulus.

    Salam sukses juga buat Anda