-->
 

September Ceria or September Sibuk?

Beberapa facebook status menuliskan, tanggal 1 September adalah hari special. Ada yang menulis dari lagu “Wake me up when September ends” dari Green Day. Ada juga yang mengambil potongan lagunya Vina Panduwinata “September Ceria: milik kita bersama…”

Buat saya, September itu mengingatkan pada hari-hari sibuk pembuatan Marketing Plan. Dulu, sewaktu jadi brand manager, bulan ini adalah bulan tersibuk, persiapan planning tahun depan. Hidupnya dari meeting ke meeting. Dari kopi ke kopi. Mulai dari meeting dengan research agency, meeting dengan creative partner, meeting dengan divisi lain di perusahaan, mulai dari R&D, Production dan divisi-divisi lainnya. Bagaimana caranya agar bukan hanya sibuk-sibuk saja, tetapi hasilnya efektif? Sebab efektifitas Marketing Plan ditentukan juga oleh seberapa baik proses pembuatannya.

Masih banyak yang sudah ready untuk mendisain Plan tahun depan, tetapi evaluasi Marketing plan tahun lalu nya saja belum dilakukan dengan seksama. Bikin Planning mudah, tetapi apakah ini adalah Plannning yang hanya cemerlang di atas kertas saja? Yang tidak tajam untuk bisa mencapai target-target berat yang kita harus raih? Apa saja pelajaran evaluasi dari Marketing Plan lalu dan hambatan dalam pencapaian sasaran?

Audit. Marketing Audit. Ini sebuah proses yang harus dilalui dulu sebelum masuk di Rencana atau Marketing Plan 2011. Agar efektif dan efisien, rencana lalu perlu direview, dan dipelajari plan vs actualnya. Jadi tahun depan tidak membuat kesalahan yang sama, kalau yang lalu masih keliru.

Audit dilakukan dua tahap: Internal dan Eksternal. Internal audit berarti mereview kembali apakah rencana tahun lalu sudah sejalan dengan cita-cita brand, apakah masih masuk rel, masih dalam koridor road map yang digariskan oleh brand?

Audit eksternal termasuk di dalamnya mengukur keberhasilan produk/jasa yang ditawarkan di mata Stakeholders. Pencapaian sales bukan satu-satunya ukuran . Bagaimana dengan brand performance lainnya? Managing brand kompleks, dan hanya dengan memperhatikan ukuran multi-dimensi dari brand dan identifikasi issues nya dengan baik, barulah kita bisa membuat “Doable’ dan “Feasible’ Plan. Kalau nggak, bisa-bisa rencananya menjadi rencana pemborosan uang perusahan babak berikutnya.

Apa saja gap ‘plan’ dengan ‘actual’ atau kenyataan yang ada di pasar, kenyataan yang ada di benak para stakeholders, meliputi konsumen, penjual, dan pihak2 yang punya kepentingan lainnya?

Sudahkah perusahaan kenal dengan studi ethnography pemasaran yang akan membantu proses audit eksternal dengan lebih seksama? Studi ethnography membantu menguakkan banyak issue dari brand yang sebelumnya tidak tertangkap oleh studi-studi tipe lainnya.

Bulan September Ceria ini Etnomark Consulting memberikan Jasa 1 Free session untuk perusahaan yang membutuhkan Pencerahan tentang Cara Mempertajam Marketing Plan 2011. Hanya untuk 10 perusahaan saja. Jadi segera kirimkan email ke amalia@etnomark.com untuk memperoleh kesempatan ini. Atau hubungi via facebook direct message ke amalia maulana.

 

 

 

 

 

 

2 Comments on "September Ceria or September Sibuk?"

  1. budi cahyono says:

    its impressive, i’m really got a new way of thinking about ethnograpy with mrs amalia. thanks for giving me shared about that.

  2. Amalia E. Maulana says:

    Very nice meeting and talking to you and your colleagues Rifa regarding Marketing Plan and Strategy. Glad to know that the 2-hrs meeting was useful. Good luck with the market exploration.