-->
 

PLN dalam perubahan

Senang bisa bertemu langsung dengan para leaders PLN; menjadi fasilitator pada Executive Education Program mereka (penyelenggara TASS Consulting) – ini adalah kegiatan kecil dalam kerangka besar change management di PLN.

Benarkah PLN nggak perlu marketing? Kalau mau dilihat dari karakter captive market dan tidak ada pesaing nya, betul rasanya tidak perlu marketing.

Tetapi, karena marketing itu sangat luas.. maka selalu ada kesempatan untuk menambah wawasan dan mempertajam cara untuk memperbaiki organisasi. Saya pilih dua fokus relevan yaitu dari Customer Insights dalam Services Marketing dan B2B Marketing.

(1) Services marketing, karena bagi PLN yang dijual adalah kombinasi tangible dan intangible benefits. Maka, untuk konsep services, ada hal-hal spesifik yang perlu diketahui bagaimana untuk memasarkan jasa. Apa saja yang penting untuk diperhatikan. Feedback konsumen sebaiknya diserap secara kontinyu, tidak adhoc basis saja. ‘Suara konsumen’ sebenarnya bisa digali secara eksploratif dalam keseharian organisasi, customer insights ada dimana-mana.

(2) B2B marketing, karena selain punya pelanggan konsumen, PLN masih punya opportunity untuk membesarkan segmen B2B atau corporate/institusi.  Dengan decision making process yang lebih kompleks daripada pelanggan biasa, B2B marketer harus lebih mengenal ‘peta issues’ di tiap-tiap accountnya, dengan menjaring insights customer.

Dengan mengerti secara holistik customernya – perusahaan bisa mengatur prioritas membenahi issues dan punya strategi perencanaan pemasaran dan bisnis yg lebih sharp dan terarah.

Ibu Dewi Setiani, salah satu leader di bidang CSR, satu-satunya wanita dalam pelatihan batch yang sekarang ini (catatan: baik bgt dan ramah – asli nih!), banyak memberikan pencerahan selama jeda istirahat makan siang. Beliau menyatakan bahwa opportunity PLN untuk menjadi lebih baik lagi, terbuka luas.

Peserta training sangat bersemangat di kelas, group dynamic tinggi. Sehingga seharian penuh bersama mereka nggak terasa cape. Sukses untuk PLN era baru. Sebagai salah seorang konsumen PLN, saya menantikan PLN yang lebih baik lagi.

2 Comments on "PLN dalam perubahan"

  1. imron says:

    Bu, terima kasih. Ulasan-ulasan ibu begitu menarik. Tapi artikel tentang PLN ini kok saya tidak merasa begitu bersemangat.

    PLN tidak banyak memberikan inovasi dalam pelayanan pelanggan yang berhubungan dengan price kecuali hanya kenaikan semata. Apakah tidak ada kompetisi di internal PLN sendiri untuk mengembangakan ide inovasi untuk solusi mensiasati kenaikan harga ?

    Ide di luar banyak yg bagus soal energi alternatif, tapi sayang, tak berkembang. Bukan karena mereka tak mengerti strategi market.

    Menurut ibu?

    tq

  2. Amalia E. Maulana says:

    Setuju, saya sendiri juga termasuk yang menunggu-nunggu bentuk perubahan yang bisa dirasakan langsung, dan output yang nyata.

    Change management is a process, I understand that. tapi seharusnya bisa dipercepat, jika ada good will. Goodwill nya yang masih kurang.