-->
 

Pemasaran Produk Ice Cream di Kota kecil

Dear Bu Amalia,

Saya dan rekan akan segera membuka gerai khusus Ice Cream pertama di kota saya (Salatiga). Bagaimana strategi yang cocok untuk mempopulerkan brand baru tersebut, mengingat produk yang ditawarkan baru? Apakah bisa hanya mengandalkan ‘getok tular’, mengingat kota saya bukanlah kota yang besar? Sekian dan terima kasih banyak.

Arnoldo Victori Sabadilla – Salatiga

Jawaban

Dalam kapasitas sebagai pioneer, yaitu yang pertama membuka gerai khusus Ice Cream di kota Anda, banyak keleluasaan yang dimiliki. Baik itu dari segi siapa target audience yang akan dibidik, posisi apa yang ingin dimiliki oleh brand di benak konsumen, pemilihan nama brand baru, memilih jenis produk, tema promosi, pemilihan lokasi gerai dan lain-lain.

Ice Cream memang digemari semua orang dan produk ini termasuk memasyarakat, tetapi ada baiknya sejak awal telah dicari tahu siapa target utama yang paling sesuai untuk produk Ice Cream ini, khususnya di kota Salatiga. Informasi tentang perilaku konsumen di tiap segmen konsumen perlu digali dengan seksama, sehingga tergambar dengan jelas pada saat menentukan target, yang mana yang paling feasible untuk perusahaan Anda. Lalu perlu dieksplorasi untuk memperoleh consumer insights – apa saja yang diharapkan oleh target audience dari produk Ice Cream. Karena pada dasarnya, produk semacam ini tidak saja sekedar menawarkan benefit yang bersifat tangible (misalnya dari segi rasa, warna, tekstur, kemasan, dll), tetapi juga benefit-benefit yang bersifat intangible, misalnya saja status sosial dan life style yang diproyeksikan ke pembelinya. Ini semua akan menjadi penting dalam proses mendisain nama brand, logo dan tema-tema promosi yang akan dihadirkan dalam satu paket produk Ice Cream yang ditawarkan.

Untuk penyebaran promosi atau informasi tentang keberadaan produk baru, perlu dipikirkan cerita apa yang paling cocok untuk dikembangkan seputar kehadiran Ice Cream baru ini. Setuju bahwa getok tular atau WOM (word of mouth) communication penting dan sangat membantu penyebaran informasi ini, tetapi harus dilakukan secara terkendali. Kelemahan WOM adakalanya pesan yang disampaikan oleh pihak-pihak lain ini tidak sama dengan pesan yang diinginkan oleh perusahaan. Jadi harus dibuat cara yang paling efektif untuk mendapatkan pelipatgandaan pesan secara optimal tetapi tetap pada garisnya.

Iklan di radio bisa digunakan, tetapi bentuknya diubah menjadi lebih interaktif, jadi tidak hanya pemberitaan atau iklan tentang kelebihan produk atau keberadaannya di kota Anda, tetapi sudah lebih ke arah pemberitaan tentang event-event yang sedang dipersiapkan untu bertemu langsung target audience Anda. Berikan voucher-voucher gratis untuk beberapa acara quiz di radio sehingga interaksi antara pendengar radio dan produk sudah bisa mulai dijalin.

Penggunaan iklan di bioskop juga cocok untuk produk yang punya sasaran lokal seperti rencana Anda ini. Sekali lagi, jangan terpaku pada slide-slide kaku yang dipasang pada saat ruang beriklan di bioskop, tetapi manfaatkan moment berkumpulnya orang pada saat menunggu film dimulai dengan cara melibatkan mereka dalam aktivitas-aktivitas kecil seperti game-game kecil-kecilan tetapi sarat pesan tentang brand.

Selamat mempersiapkan peluncuran produk baru ini, semoga mendapat sambutan yang baik.

(swa)

diambil dari swa

One Comment on "Pemasaran Produk Ice Cream di Kota kecil"

  1. Dear Bu Amalia,

    I enjoy so much reading your blog & your extensive knowledge-sharing with the audiences.

    We run a fairly new, 3-year old consumer-goods business, specifically fresh juice under “Mama Roz” brand.

    Our differentiation includes freshly-made, no-preservative, direct-delivered to consumers based on subscription throughout Jakarta.

    In additon, we distribute our products in premium outlets through Sogo/Foodhall, Ranch Market, Kem Chicks, Total, Al Fresh, Foodmart/Hypermart, Hero, etc.

    So far, we’re doing all right. Our products has been ranked as one of best selling products in most stores from year to year.

    However, we dare not to complacent with such result. Our products are somehow catered toward niche market (A/A+ segment) with relatively limited market size. While, our mid-term objective is to capture a larger market (B/B+ consumers).

    We set our target to grow double every year barring no economic crisis taking place.

    The mind boggling question is: how do we “cross the chasm” ? To be accepted by mainstream, if not mass consumers. Reducing prices is clearly not an option since it’d jeopardize our current positioning.

    Appreciate your valuable insight.

    Hendrik
    http://www.mamaroz.com