-->
 

Merk Individu Perkuat Merek Perusahaan

KOMPAS, JUMAT, 30 Juli 2010

Mengingat dewasa ini ada banyak hal terkait dengan bisnis perusahaan yang bisa dijadikan sebagai merek (atau bisa di-branding), seperti layanan, properti, organisasi, ide, event, bahkan perseorangan/individu, perusahaan patut mempertimbangkan penguatan merek ke sisi lebih luas di luar merek perusahaan.

Bertambah kuatnya sosok pribadi karyawan besar peranannya dalam membantu meningkatkan merek perusahaan.

Pandangan di atas menjadi butir penting paparan Pendiri dan Direktur Etnomark Consulting Amalia E. Maulana yang tampil bersama Direktur LKBN Antara Mukhlis Yusuf dalam Seminar Pengembangan I-Brand di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (29/7).

Lebih jauh, Amalia menambahkan, perusahaan yang memiliki “merek pribadi” atau I-Brand kuat, apakah pada diri pimpinan puncaknya (CEO ataupun presiden direktur), mendapatkan manfaat sinergis dalam penguatan merek. CEO atau karyawan dengan I-Brand kuat bisa bertindak sebagai duta perusahaan.

Hanya saja diakui, banyak perusahaan masih mendua dalam menyikapi perkembangan ini. Dalam arti, di satu sisi mengakui manfaat I-Brand kuat dan karena itu memberikan perhatian pada upaya memperkuat I-Brand karyawan, tetapi pada sisi lain juga sering timbul kekhawatiran bahwa karyawan dengan I-Brand kuat mudah dipindah pekerjaan.

Selain itu, I-Brand yang terlalu kuat pada CEO berpotensi pula mempengaruhi merek perusahaan manakala ia sakit atau merosot reputasinya karena sesuatu hal. Beberapa waktu lalu, berita sakitnya Steve Jobs sempat mempengaruhi saham perusahaan Apple.

Di luar kaitan langsung dengan tujuan bisnis, pengembangan I-Brand (yang dalam beberapa segi dibedakan dengan personal branding, misalnya dalam I-Branding seseorang tidak harus menjadi selebriti, figur public, atau tokoh) semakin disadari oleh kalangan masyarakat. Pengembangan I-Branding dipandang bermanfaat untuk mendorong seseorang tampil cemerlang dalam lingkungannya

(Ninok Leksono, wartawan Senior, Kompas).

 

Comments are closed.