-->
 

MEGA Brand is Irreplaceable

……..This is It.  Here I stand. I’m the light of the world, I feel GRAND. Got this love I can feel. And I know yes for sure it is real……..

Michael Jackson dalam filmnya “This is It” memberikan pelajaran berharga tentang seperti apa yang disebut dengan MEGA STAR atau MEGA BRAND.

Beberapa lesson learnt yang saya catat dalam-dalam adalah:

- Mega Brand Push Beyond The Boundaries- unthinkable

- MAke a ‘significant’ CHANGE (for the community)

- Mega Brand is FOREVER, Irreplaceable  (so unique)

- It is about Making CONNECTION with the audience

THIS IS IT – buat saya adalah sebuah proses pembelajaran yang lebih nyata tentang yang sebelumnya sudah saya pelajari tentang brand tetapi belum saya hayati sampai hari ini.  Film ini paling ‘real’ dibandingkan film pertunjukan mega konser Michael lainnya, yang gemerlap dan keren tapi tidak memperlihatkan sisi human seorang MJ.

Seorang DIVO tidak harus petentang-petenteng.. MJ is a humble dan down to earth star, tetapi tetap perfeksionis. Kombinasi sifat yang sangat jarang. Selamat Jalan MJ, our GREAT DIVO. Your brand is forever in my heart……

Jadi, well……ini pelajarannya. Kalau kita masih dalam posisi yang setiap saat bisa tergantikan orang lain – baik itu posisi di pekerjaan, maupun posisi sebagai teman atau sahabat, yakinlah bahwa personal brand kita masih ‘dangkal’ – belum dalam. Nilainya masih jauh deh dari yang disebut sebagai a strong (personal) brand.

Kita tidak punya keunikan khusus yang membuat teman kita berfikir bahwa “nggak ada Loe nggak rame!” kaya iklannya Sampoerna Hijau. Atau di kantor, hasil pekerjaan kita dianggap sama saja dengan kalau yang mengerjakan orang lain. Berarti kita masih sangat REPLACEABLE.

Yuk, jalan lagi, atau lari lagi, perjalanan brand kita masih panjang….


3 Comments on "MEGA Brand is Irreplaceable"

  1. Ken says:

    Anda menulis “Selamat Jalan MJ, our GREAT DIVA.”

    Hati-hati jika memakai istilah asing. Pelajari dulu maknanya. Diva itu sebutan untuk wanita. Apakah anda menganggap MJ itu wanita? Saya rasa pemakaian istilah yang tepat adalah DIVO.

    Terima Kasih
    Ken

  2. Amalia E. Maulana says:

    Thanks lagi nih untuk ahli bahasa kita Ken.

    Blogger kan nggak harus paling bener.. kalau semuanya harus sempurna, nggak nulis-nulis dong. yang penting ekspresinya dulu. Habis itu, kalau ada koreksi dari teman-teman lain, ya disitulah saya jadi belajar juga. Asal jangan kalau dikoreksi nggak mau terima.

    Pernah baca buku “The Wisdom of Crowd” belum? Disana dijelaskan bahwa dengan sharing, saling koreksi dan menambahkan, kita jadi makin pintar, ilmunya juga jadi bertambah buat semua orang. Jadi sumber ilmu tidak selalu harus dari 1 orang Expert atau guru.

    Nah, kalau yang ini akan langsung saya koreksi di artikelnya. Kan saya harus hormati MJ dong, dia jelas bukan cewe ya kan.

  3. david says:

    To : Ibu Amalia

    tanx bgt utk artikel nya… kebetulan artikel ini cocok sekali dengan situasi yang sedang saya hadapi..
    terkait dengan kosa kata REPLACEABLE…
    tapi setelah membaca tulisan Ibu.. setidaknya saya tahu apa yg harus saya lakukan dalam menghadapi situasi saat ini.. :)

    regards,