Komentar ulasan ”How Tipis Can You Go, iPods?”
Handoko Gani – marketer_soktau@yahoo.com
Nice posting Ibu Amalia…^^
Hhhh hidup ini memang penuh dengan tekanan ya.
Semakin berisi padi,semakin besar tuntutan kita akan kualitas si padi.
Di belakang sebuah ekuitas nama besar dan stempel
positioning “innovative newly proud lifestyle” yang disandang Apple,
sebetulnya juga sebuah beban. Beban u/ setara dengan positioning- nya
tersebut.
Jangan salah. Ada perbedaan antara Microsoft ataupun Intel dalam
konteks innovative yg saya sebutkan. Khusus untuk Apple, setiap kali
sebuah produk baru dari Apple diharapkan bukan hanya sekedar
innovative atau memperbaiki versi sebelumnya seperti kedua nama besar
di atas tetapi justru menciptakan “newly proud lifestyle”.
Terkait dengan improvement menjadi “makin tipis dan makin besar
space”, saya ragu kalo itu disebut “newly proud lifestyle”.
Innovative atau memperbaiki versi sebelumnya, saya setuju. Tapi tidak
akan menciptakan “newly proud lifestyle”.
Sy tidak bicara apakah misleading atau tidak insight research Apple
tentang keinginan dan ekspektasi konsumen, tetapi sy justru TAKUT
Apple kehilangan core/essense- nya sebagai seseorang “innovative yg
menciptakan newly proud lifestyle”
Mungkin mereka perlu diajari juga bahwa kalo research itu bisa juga
meng-eksplorasi NON-Users atau USED-TO BE Users.
Dari Used-To Be Users mungkin barulah bisa dilihat munculnya
komentar “Ah…menggunakan iPod, menggunakan iPhone ga sebangga itu
ah.Pertama beli bangga, lama-lama biasa aja.” atau bahkan “Ah…yg
keluaran baru ga ada tambahan berarti ah…” dsbnya…dan ujung2nya
bisa ditarik benang merah bahwa mulai ter-erosinya ekuitas sebuah
merek bernama Apple.
Wah wah…saya mulai Sok Tau lagi ya…
Btw, teman-teman yg mengenal saya, mohon mohon dengan amat sangat
tidak menganggap saya PINTAR dan jadinya sombong, saya hanya Sok Tau.
Maafkan saya bila menyinggung siapapun dalam forum ini ataupun blog
saya. ^^
MST
http://marketersokt au.wordpress. com
Handojo Soetanto” boenming@yahoo.com
Saat ini banyak analis mau melihat cara apple untuk menaikkan penjualan ipod karena saat ini harga ipod overlap dengan iphone (dengan kontrak). banyak analis meragukan konsumen mau beli nano ($149) atau touch ($229) dibandingkan iphone ($199).
saya lihat hal ini juga di sadari oleh apple sehingga apple mati2an di nano. upgrade memory dari 4 ke 8 gb dan penambahan accelerometer dan multi color dengan harga tetap sepertinya akan mengurangi cm nano (yg lama 60%).
steve jobs memang menyebutkan ‘apa saja’ nilai positif nano, bahkan di sebut sebagai ipod tertipis …. namanya juga jualan …. kalau lihat design nya, saya lihat ini memang nano terbaik yg pernah ada ….
sebagai catatan, saham apple dropped 6% setelah launching ipod baru ini …. para pemain saham meragukan produk2 ini bisa memberikan pertumbuhan untuk sales ipod di akhir tahun ini …. mesti nunggu macworld tahun depan untuk produk yg lebih ‘mengejutkan’ …
“dody prata” doprat@gmail.com
ya gitu deh steve jobs…
anyway, kalo feature emang udah gak mempan, ya paling gampang memang main diharga,
tapi krn bedanya ga significant amat, akhirnya ya harus create sesuatu yg ekstrem yg
produk di line upnya sendiri jg emg hrs beda, apalagi dgn saingannya.. .
dan ujung2nya ya ke nilai stock mereka juga…., kita tunggu saja apa emang langkahnya
bisa ditrima pasar atau ya emang cuman gimmicks spt biasa…
Andang Prihatnoko pru_aprihatnoko@ymail.com
launching ipod apple ini memang di luar harapan banyak orang, mungkin akibat strategi iklan dan pemberitaan yang terlalu bombastis sebelum peluncuran produk. Sama seperti halnya windows vista yang juga melempem penjualannya
kalau menurut saya, dengan kehadiran iPod tipis tersebut, mungkin hanya menambahkan portfolio-nya saja, sama halnya dengan MacBook Air. Tidak bisa dibilang innovative, karena kategori innovative-nya adalah architectural innovation, bentuk yang sudah ada dikembangkan lagi.
Pertanyaannya adalah mengapa hanya dari segi hardware Apple mengembangkan, kenapa tidak dari segi software-nya, misal iPod selalu berkolaborasi dengan iTunes, yang selama ini difocuskan untuk penjualan lagu, film, tetapi kalau saja Apple mengembangkan software ataupun hardwarenya untuk jualan e-book, maksudnya iPod bisa melihat e-book (walaupun product iPod touch sudah bisa membuka file .pdf), and then bagaimana membelinya? bisa dengan menggunakan iTunes. Siapa aja yang diuntungkan produsen buku ataupun dari customer, “bisa membaca e-book (misal; novel) sembari dengerin music, lebih oke kan, praktis dan efisien.
Setuju Gia, kalau analoginya MacBook Air, itu tepat banget, karena sebagian dari prospek malah ternyata mengurungkan niat beli laptop super tipis ini karena ‘ada yang dikorbankan’ dari segi muatannya.
Masih tentang gampang ilang, kalau MacBook Air, konon ada eksekutif yang MacBook Airnya, saking tipisnya, keselip diantara tumpukan koran, dan kemudian ikut terbuang ke sampah oleh pembantunya pada saat beres-beres. Alamak….
Hi Bu, numpang comment sedikit ya…
Soal the new iPod Nano saya setuju banget, sepertinya produk Apple yang satu ini terlalu memaksakan fitur “semakin tipis” yang mungkin malah cenderung menyusahkan penggunanya… Akan tetapi saya kurang sependapat kalau Macbook Air dikatakan “mengorbankan sesuatu”… saya lebih melihat adanya perbedaan fungsi antara Macbook biasa dengan Macbook Air…
Reaksi pertama ketika saya melihat advertising Macbook Air yang membandingkan ukuran laptop tersebut dengan amplop adalah… WOW!
Kebetulan saya ex-user Macbook Pro (yg ukuran 15 inch.) Setelah beberapa lama saya menyadari kalau laptop yang terselip di backpack saya ini cukup berat dan hal itu cukup mengganggu, terutama karena saya masih sering menggunakan kendaraan umum sebagai sarana transportasi… karena itulah, mobilitas yang ditawarkan oleh Macbook Air merupakan hal yang sangat masuk akal bagi saya…
Kemudian setelah meneliti specs-nya saya menyadari kalau sepertinya, memang ada “fitur yang dikorbankan”… adapun yg paling mencolok bagi saya adalah tidak adanya DVD drive internal, sedangkan ide untuk memakai DVD drive wireless awalnya terasa sangat asing bagi saya…
Akan tetapi di zaman sekarang, dengan adanya Flashdisk, MMC, external HD yang sudah semakin murah, apakah kita masih akan sering menggunakan CD atau DVD di masa depan? Saya pikir akan semakin jarang, kalaupun diperlukan kan masih ada wireless DVD drive sebagai solusi…
Pemanfaatan wireless technology ini juga yang sepertinya mau dipopulerkan oleh Steve Jobs… dengan semakin cepatnya akses internet dan perkembangan situs-situs streaming lagu, video, bahkan sekarang dokumen / transkrip saya rasa memang wireless tech inilah di masa depan yang akan menjadi “teknologi sehari-hari”…
Demikian pendapat saya, kalau ada yang salah mohon dikoreksi ya Bu… maklum saya kan masih orang awam, belum jadi praktisi Marketing hehehe…
Regards,
Ken
Thanks Ken for different perspective, kan dalam pemasaran kita mengenal segmentasi dari konsumen, yang mana memang value nya berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Jadi perbedaan sudut pandang bisa jadi karena kebutuhan dan aspirasinya yang lain.
Kita perlu banyak sudut koq kalo bahas sesuatu, jadi no worries kalau sampai salah ato apa..semakin colorful komen2 disini, makin assikk. so, komen terus ya Ken! Nggak usah nunggu sampe jadi praktisi marketing
Sedikit tambahan aja Bu, saya sempat baca artikel yg isinya ramalan Steve Wozniak tentang prediksi kematian iPod… berikut kutipannya :
“The iPod has sort of lived a long life at number one. Things like, that if you look back to transistor radios and Walkmans, they kind of die out after a while. It’s kind of like everyone has got one or two or three. You get to a point when they are on display everywhere, they get real cheap and they are not selling as much,”
Ini berarti Product Life Cycle-nya dah sampe ke tahap decline ya klo ngga salah?
Oops, ada salah ketik sedikit… kalau bisa kata “prediksi” di paragraf pertama dihilangkan saja ya Bu?