-->
 

Kembalikan Separuh Ariel

‘Separuh Aku’ adalah judul lagu Noah yang menandai kembalinya tokoh fenomenal Ariel.

Kembalinya brand Ariel melalui rebranding grup band nya Noah saat ini memang masih pada taraf ‘separuh’.  Perlu waktu dan usaha khusus untuk mengembalikan separuh lagi brand equity Ariel yang telah hilang melalui kasus yang memenjarakannya tersebut.

Setelah melalui sejumlah rangkaian konser, NOAH kembali menggelar pertunjukan The Greatest Session of the History di Mata Elang International Stadium Ancol. Vokalis utama Noah, Ariel menyatakan “Inilah puncak acara. Akan ada banyak lagu dan kejutan. Nikmatilah”.

Tampaknya sampai hari ini fokus pembinaan brand Ariel dan Noah barulah ditujukan pada para fans dan penikmat musik dan konsernya saja. Walaupun itu penting, tetapi masih ada pekerjaan rumah lain yang tidak kalah penting. Masih banyak stakeholder penting lain yang perlu digarap secara serius.

Multiple Stakeholder

Pengelola brand Ariel perlu memikirkan strategi rebranding secara lebih holistik. Perlu diidentifikasi karakteristik setiap stakeholder, karena setiap tipe stakeholder berpotensi menentukan ‘make’ atau ‘break’ nya Noah dalam jangka panjang. Rebranding yang mengandung unsur negatif bukan lagi pekerjaan satu dimensi, melainkan multi dimensi. Pihak yang dikelola adalah multiple stakeholder dengan karakteristik dan needs yang berbeda.

Etnomark Consulting melakukan studi etnografi singkat untuk menggali lebih dalam seperti apa perkembangan brand Ariel di mata berbagai tipe stakeholder. Studi diawali dengan penggalian insights melalui netnografi yaitu eksplorasi komentar di blog, forum dan diskusi di media sosial  lalu dilengkapi dengan in-depth interview secara langsung.

Tanpa penelusuran secara seksama, bisa saja diasumsikan bahwa kelompok penggemar Ariel adalah kaum muda, sedangkan para tokoh pendidik dan orang tua merupakan pihak yang mempunyai pandangan kritis terhadap sisi negatif Ariel.

Bahwa penggemar Ariel adalah di usia muda saja, itu tidak terbukti. Brand Ariel diterima di semua usia. Bahkan ibu-ibu yang sudah berusia di atas 45 tahun pun mengaku masih menjadi penggemarnya hingga kini. Mereka duduk paling depan di konser Noah.

Bagaimana dengan profesi orang tua dan pendidik? Ini juga sangat relatif.  Mereka pun sangat heterogen. Tidak semua orang tua melarang anaknya nonton konser atau menghambat menyukai musik-musik Noah. Demikian pula dengan pendidik, sangat beragam.

Bahwa Ariel dan Noahnya pasti disukai anak muda apalagi penggemar musik, itu juga ternyata bukan analisa yang tepat. Karena mereka kelompok dengan heterogen needs. Di dalamnya, justru terdapat sebuah kelompok yang tidak menyukai dan cenderung menyerang secara agresif dengan komentar-komentar mereka. Bisa dibaca di media sosial, suara mereka sangat keras.

Tanpa riset dan penelusuran mendalam, maka secara cepat kita akan mengasumsikan bahwa (1) Prospek dan current audience Noah adalah anak muda penggemar musik Indonesia, (2) Para orang tua dan tokoh pendidik adalah kelompok opinion leader yang saat ini mempunyai tanggapan negatif terhadap masa lalu Ariel.

Menggarap kelompok audience tidak cukup hanya dengan melihat profile nya adalah anak muda dan penggemar musik saja. Menggarap kelompok stakeholder opinion leader juga tidak cukup dengan profile status mereka sebagai orang tua atau sebagai tokoh pendidik.

Hasil temuan etnografi Etnomark menggambarkan bahwa peta stakeholder Noah tidak sesederhana itu. Stakeholder Noah saat ini terbagi lima kelompok, dan ini tidak ada hubungannya dengan aspek demografi mereka.

(1) Sahabat Noah. Sudah jelas posisinya adalah para soulmates Ariel.

(2) Kelompok Penggemar. Dari segala usia dan profesi, baik penggemar lama maupun penggemar baru.

(3) Kelompok Pengamat. Tertarik mengikuti kasus Ariel dan sekali-sekali memberikan pandangan, tetapi tidak menghakimi masa lalu Ariel. Cenderung lebih netral.

(4) Kelompok EGP (Emang Gue Pikirin). Tidak ada ketertarikan terhadap kembalinya Ariel, cenderung tidak peduli.

(5) Kelompok Anti Ariel. Kelompok ini cenderung keras suaranya dan menghakimi dari sisi negatif. Masih dibagi dua, yaitu anti Ariel dari sisi musiknya dan anti dari sisi pribadi/masa lalunya.

Sahabat Noah adalah kelompok yang paling menguntungkan Ariel dan Noah. Mereka adalah para penggemar berat yang cukup erat koneksi emosionalnya.  Saat ini Sahabat Noah sudah digarap dengan baik.

Kelompok yang tidak bisa dibiarkan begitu saja adalah Kelompok kelima, yaitu kelompok Anti Ariel. Karena suara vokal mereka bisa mempengaruhi kelompok lainnya. Harus dipikirkan bagaimana cara ‘meredam’nya. Apapun yang mereka suarakan, karena negatif, akan melemahkan perjalanan merekatkan separuh brand equity Ariel yang masih hilang. Pengelola brand harus lebih banyak ikut berbicara di kalangan dimana kelompok ini cukup dominan, agar audience memperoleh ‘balance’ dari suara sumbang yang mengalir.

Berikan alasan untuk transformasi Kelompok EGP menjadi ‘Peduli Noah’. Apa yang membuat mereka tertarik? Dan untuk kelompok Pengamat, konversikan mereka menjadi kelompok yang bisa memberikan suara positif. Salah satu caranya adalah dengan memproyeksikan Benefit Noah pada masyarakat yang lebih luas. Program Social Responsibility Ariel harus ditargetkan dan disosialisasikan dengan lebih luas.

Harus ada gunanya Ariel kembali. Karena akan ada banyak kalangan masyarakat yang bisa merasakan program-program sosial Ariel. Mensponsori kegiatan musik Indonesia, ikut membantu dana untuk menggalang bakat pemain musik dari kalangan yang tidak mampu, dan lain-lain. Perlu studi khusus untuk paham aspek sosial ini.

Rebranding bukan hanya lewat grup band dengan nama baru. Bukan hanya dengan  lagu dan musik yang cemerlang tetapi dengan menunjukkan bahwa Ariel kembali dengan perilaku yang lebih baik, tidak mengulang kesalahan lama. Juga, memberikan specific needs stakeholder lainnya.

Separuh Ariel masih bisa direkatkan kembali.

(Kolom Branding Solution, Koran Sindo 14 November 2012)

12 Comments on "Kembalikan Separuh Ariel"

  1. Kang Irfan says:

    Salam. Wr.Wb
    Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih atas semua yang pernah ibu sampaikan dalam beberapa pertemuan baik dalam Seminar dsb. Terkait bab Ariel cs, ini menarik untuk dikaji. Dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dengan adat keTimuran atau sebut saja Dunia ketiga (nota bene MUSLIM). Jelas merupakan satu ancaman yang berindikasi sosial negatif. Terlepas dari itu semua, dari semua paparan yang ibu sampaikan dalam tulisan singkat dan padat ini (HEBAT). Ada yang sedikitnya mengganjal dalam benak saya. Secara Normatif, agama membolehkan seseorang untuk mengambil nafas barunya dengan Bertobat alias tidak mengulangi kesalahan yang serupa. Namun, jika perilaku ini diniatkan sebagaimana pepatah “Belajarlah dari sebuah Kesalahan”, itu jelas bervisi ReBranding kembali dengan satu atau dua pencapaian yang lebih di masa depan. Satu hal tersebut adalah, kekhawatiran saya pribadi dengan melihat kasus seorang Ariel yang jika tidak ada tawar menawar? Maka boleh dan pantas Seseorang Melakukan Kesalahan. Tapi, yang ini BEDA. Jalan yang ditempuh seorang Ariel adalah kesalahan yang Terhina. Yaitu, Berzina! Nah, dari kasus yang kecil ini mudah-mudahan ada kesefahaman yang sangat mendasar bahwa Manusia sebagai MAKHLUK/ciptaan Allah hanya mempunyai tugas Ibadah dan bukan terbuai dalam kesalahan yang bisa dianolir dengan sebuah Perubahan. Semoga, muda-mudi/warga Indonesia tercerdaskan dengan apa yang ibu sampaikan dalam artikel di atas. Hatur nuhun.

  2. Andrew says:

    Pendapat saya apa yang terjadi dengan Ariel justru menguatkan profil dia sebagai “Rock Star”. Mari kita lihat sejarah para musisi dunia dan lokal, bagaimana kontroversi merupakan bagian dari diri mereka dan itu yang membuat mereka menjadi seorang “Rock Star”. Sebagai contoh musisi lokal seperti “SLANK” kita semua tahu bahwa mereka dulunya sangat lekat dengan dunia Narkoba dan sekarang mereka tobat apakah fans meniggalkan mereka? Tidak, saya sangat yakin SLANK tetap mempunyai basis fans terbesar. Demikian itupun akan berlaku pada Ariel dan band barunya Noah, karena pada akhirnya yang menentukan kesuksesan suatu band adalah produktifitas mereka dalam menelurkan karya-karya emas yang bisa dinikmati masyarakat luas. Bila kita sambung dengan hasil penilitian Ibu bisa kita katakan Ariel Cs berhasil memberikan suatu karya yang bisa dinikmati lintas generasi.

  3. Fuad Muhammad says:

    Menurut saya, saya tidak melihat dia sebagai Peterpan maupun Noah, saya menyukai lagu karena lagu itu sendiri dan saya tidak melihat sisi yang dimiliki oleh penyanyi tsb selama music maupun syair tersebut enak untuk didengar saya akan mendengarkan. Sebagai marketer, Ariel telah berusaha mengganti nama band dari Peterpan menjadi Noah itu adalah langkah agar brand Ariel bersama Noah dapat diterima dengan Cap baru, dengan menghilang cap Lama Ariel bersama Peterpan. Dengan harapan Ariel yang sekarang adalah Ariel dengan sosok yang telah merubah Brand lama menjadi baru, dan ini perlu konsistensi dari pihak ariel agar memiliki keseriusan dalam mempertahankan Brand saat ini. Dengan harapan agar masyarakat dapat melupakan sisi buruk Ariel yang lama dan mempertahankan sales dari brand Ariel baru agar tetap menjadi idola.

  4. Anne says:

    melanjutkan comment dari Kang Irfan, dimana saat ini status Ariel adalah dalam tahap re-branding, which is personal branding itu sangat lah penting bagi seorang public figure. untuk proses re-branding dengan permasalahan basic, seperti berubah personel sehingga berubah nama saja sudah cukup sulit dilakukan apalagi dengan melakukan “Hal” yang telah dilakukan Ariel. memang benar setiap orang bisa melakukan kesalahan namun dalam setiap kesalahan ada konsekuensinya, begitu juga dengan kasus ini. sedikit sharing saja dalam point of view saya, lagu-lagu Ariel memang easy listening dan music nya juga enak, sebelum kasus Ariel mama saya cukup sering mendengarkan lagu Ariel, sehingga kami sekeluarga secara tidak langsung juga ikut mendengarkannya dan menjadi menyukainya. namun setelah kasus Ariel setiap kali mama saya mau dengar lagu-lagunya lagi selalu saya ganti, entah kenapa setiap dengar suaranya saja saya langsung teringat dengan videonya dan langsung “ilfeel”, alhasil hingga saat ini tidak ada satupun dari keluarga saya yang mendengarkan lagi lagu Ariel. well intinya sih kalau dilihat dari case saya ini, ketika at least ada 1 orang saja yang sudah “ilfeel” total maka pasti akan mempengaruhi lingkungannya, dan sepertinya sudah sangatlah sulit untuk membangun lagi personal brand yang baik.

    • Menarik Anne, ini sisi lain yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Bahwa video tersebut membuat ilfeel dan kemudian menghindari musiknya. Yang saya baca di twitter justru banyak fans ceweknya yang katanya makin merasa Ariel sesuatu justru setelah adanya video tersebut. Makin jelas bahwa peta segmentasinya berubah dan manajemennya harus bisa membaca peta itu dengan baik.

  5. Nila Kartika says:

    Kasus yang dihadapi oleh Ariel mirip dengan kasus Tiger Woods dan Bill Clinton. Ketiganya sama-sama tokoh terkenal yang sedang berada dalam puncak kariernya namun tersandung kasus asusila. Di lain sisi, ada dua point inti yang membedakannya, yaitu lokasi dan tingkat ketenaran mereka. Kalau Tiger Woods dan Bill Clinton merupakan tokoh dunia (brand mereka sudah dikenal di dunia internasional) yang beasal dari negara barat, sedangkan Ariel lebih dikenal di Indonesia. Dari dua point tersebut dapat dijabarkan point-point lainnya, antara lain dari segi budaya, norma, dan kepercayaan masyarakat (stakeholder). Masyarakat Indonesia memiliki norma dan budaya timur yang menjunjung tinggi sopan dantun dalam bersikap, bertutur kata, dan berpakaian. Sedangkan budaya barat lebih mengarah ke liberalisme sehingga bagi personal brand yang tersandung kasus asusila akan lebih mudah dipulihkan dibandingkan dengan personal brand di Indonesia (yang stakeholder nya juga mayoritas orang Indonesia).

  6. AnggaRifandi says:

    Menurut saya, dalam setiap hal selalu ada dua sisi, baik dan buruk. Dalam kaitannya dengan kasus Ariel, dia memiliki masa lalu yang “buruk” yang kemudian merusak citranya, namun kecintaan fansnya ternyata tidak lantas pudar, hal itu dapat dilihat dari banyaknya fans Ariel yang dengan setia menunggui Ariel selama proses persidangan dan juga ketika ia keluar dari tahanan.

    Karya-karya yang dihasilkannya merupakan hal “baik” yang dibuatnya bagi masyarakat pecinta musik indonesia, hal inilah yang membuat masa lalunya yang “buruk” dapat secara perlahan dilupakan oleh para penggemarnya.

    Menurut saya, sebagai orang yang awam dalam hal branding, multiple-stakeholder dengan tujuan menyenangkan semua pihak merupakan pekerjaan yang sangat berat. Peran haters, terkadang justru menjadi daya tarik tersendiri, karena seringkali haters merupakan orang yang kemudian mengingatkan kembali akan orang yang mereka benci, sehingga orang lain yang lebih netral justru malah kembali mengingat orang tersebut.

  7. Angie says:

    Menurut saya rebranding Ariel sangat penting karena itu mempengaruhi juga kesuksesan Noah untuk kedepannya. Dengan Ariel dilibatkan dalam kegiatan sosial semacamnya adalah cara yang baik untuk personal branding Ariel. Namun itu semua perlu konsistensi dan bagaimana publik melihat perilaku Ariel keseharian itu jauh lebih mempengaruhi rebranding Ariel. Yang utama adalah mengembalikan kepercayaan publik (terutama kelompok pengamat dan kelompok EGP) agar tidak dianggap rebranding Ariel hanya untuk ‘pencitraan’ saja, dimana kata pecintraan sekarang sudah cenderung ke hal negatif.

  8. Bunga Indah says:

    Menurut saya, Rebranding ariel tidaklah mudah untuk dapat diterima sebagian besar masyarakat di Indonesia, dikarenakan masyarakat kita masih berkiblat dengan adat ketimuran, kesalahan ariel yang membuat personal branding ariel sendiri menjadi negatif.
    Hal tersebut juga terjadi oleh salah satu tokoh agama kita yaitu Aa gym, setelah dia menikah dengan Teh Rini pamor Aa gym langsung hilang dengan cepat sekali, para fans berat Aa gym yang fanatik sekali dengannya rela membuang dan membakar atribut yang berhubungan dengan Aa gym, dikarenakan sangat benci dirinya dikarenakan tindakan yang dilakukan Aa gym terhadap Teh Ninih sehingga para Ibu-Ibu pengajian ikut merasakan sakit hatinya Teh Ninih dengan mendukung untuk membenci Aa gym. Hal tersebut sangat mempengaruhi personal branding AA gym.

    Begitu juga dengan Ariel, ada sebagian kelompok yang langsung membenci dan menghujat Ariel disaat kasus itu terjadi dan pada saat kehadirannya kembali dalam dunia musik Indonesia dengan membenci akan hal-hal yang berbau Ariel (contoh : hal yang dilakukan oleh keluarga ANNE) tetapi msh ada juga sebagian kelompok yang sangat senang dengan kehadiran NOAH sebagai rebranding dari Peterpan dikarenakan kembalinya Ariel dalam dunia musik Indonesia. Hal lain juga terbukti dengan tenggelamnya boy band – boy band pendatang baru yang disebabkan oleh kehadiran NOAH ke dunia musik Indonesia. Disini jelas terlihat fans fanatik Ariel masih banyak sekali, mereka tidak melihat sisi negatifnya justru sangat mencintai Karakter Ariel.

    Tetapi untuk menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia dan mengembalikan Personal Branding yang positif, sebaiknya Ariel harus merubah perilaku kesehariannya agar tidak mengulangi hal terburuk yang pernah dia lakukan yang menyebabkan Peterpan tenggelam dengan kasus yang diperbuatnya dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat (mungkin dengan kegiatan sosial, atau lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, dgn kata lain bertobat) agar masyarakat yang tidak mendukungnya setelah apa yang diperbuatnya terdahulu dapat memaklumi atas kesalahan terbesar yang pernah dilakukannya dengan image yang lebih baik untuk kedepannya.

  9. Bunga Indah says:

    Menurut saya, rebranding yang dilakukan oleh Peterpan menjadi NOAH sangat sulit untuk diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia yang disebabkan oleh personal brand dari Ariel sendiri karena negara kita masih berkiblat dengan adat ketimuran. Hal serupa yang dialami Ariel juga terjadi oleh tokoh agama kita AA Gym saat Beliau memutuskan untuk berpoligami dengan memperistri Teh Rini, spontan fans berat dari AA Gym yang kebanyakan adalah Ibu-Ibu pengajian rela membuang serta membakar atribut yang berhubungan dengan AA Gym, tindakan itu dilakukan untuk memprotes aksi yang dilakukan AA Gym sekaligus sebagai perwujudan pembelaan terhadap istri petamanya yaitu Teh Ninih.

    Hal serupa juga di alami oleh Peterpan saat Ariel tersandung kasus tersebut, Ada sebagian masyarakat yang kemudian menjadi Anti Ariel karena perbuatan pribadi yang dilakukannya. (contoh: Hal yang dilakukan oleh keluarga ANNE ) tetapi ada juga sebagian masyarakat yang sudah menunggu kembalinya Ariel kedunia musik Indonesia. Terbukti disaat Peterpan tersandung masalah yang dilakukan oleh Ariel banyak lahir boy band -boy band baru di dunia musik Indonesia, tetapi saat NOAH hadir dengan posisi baru boy band yang baru tersebut sudah mulai tenggelam lagi.

    Saran Saya, sebaiknya Ariel memperbaiki personal brand nya untuk menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia yang tidak pro terhadap dirinya dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif dan yang terpenting adalah bertobat dan berkomitmen agar tidak melakukan hal yang serupa di kemudian hari ( berlajar dari pengalaman sesuai dengan yang dikatakan kang Irfan) . Sehingga lambat laun masyarakat yang tidak menyukai Ariel akan sedikit demi sedikit melupakan apa yang pernah Ariel perbuat dimasa lalu dikarenakan perbuatan baik yang dilakukan saat ini dan selanjutnya.

    Jadi Inti dari semuanya ini, personal brand seseorang sangat mempengaruhi lingkungan sekitarnya dengan sangat cepat. dan untuk mengembalikan image yang dari negatif ke positif harus didukung oleh usaha-usaha yang positif.

  10. Herman says:

    Menurut saya, Ariel akan tetap selalu dibicarakan media. Dilihat dari sisi komersial, dia cukup menjual. Suaranya enak didengar, tampangnya enak dipandang adalah anugrah tersendiri.

    Di sisi lain, kehidupannya yang “playboy” akan menjadi daya tarik bagi pemberitaan media. Hal ini dapat dilihat dari kisah ke”playboy”an sebelumnya. Tidak ada infotaiment yang tidak menempatkan videonya sebagai berita utama. Hal ini terulang kembali pada saat kisah asmaranya dengan pramugari terdeteksi oleh media.

    Saya pikir separuh ariel akan kembali bersama waktu. Apabila ada “setengah” pribadinya yang hilang, hal itu dikarenakan antisipasinya menghadapi media atau masyarakat setelah mendekam dalam penjara.

  11. Gita says:

    Menurut saya, tahap branding dari Ariel sendiri sudah dimulai ketika dia ada di tahanan. Publikasi mengenai bagaimana sahabat2nya yang tetap mendukung serta fans yang setia karena Ariel diyakini mampu menghasilkan karya yang bermutu mengawali re-branding seorang Ariel.

    Kemudian, dilanjutkan dengan tahap selanjutnya ketika mendekati proses keluar dari tahanan. Dan setelah itu mempersiapkan album dan pada akhirnya penampilan Noah perdana. Mereka mengeluarkan single yang juga memperkuat strategi re-branding tersebut. Hasilnya, mereka berhasil dan masih mendapatkan kesempatan untuk kembali berkarya di industri musik indonesia.