-->
 

Back to my Old Campus : Ethnography in NPD

Serasa deh.. back to my old campus, IPB hari Selasa kemaren. Diundang Dr. Nuri dari TPG utk menjadi salah satu speaker di acara Pelatihan Teknik Pengembangan Produk Pangan Baru yang diselenggarakan oleh SEAFAST Center- IPB. Topik yang aku angkat adalah “ethnography for new product development”. Ini audiencenya lebih ke orang R&D, mereka dilatih selama dua hari disana. Aku sendiri seh ngisi satu sesi aja.

Seneng juga masih dianggap oleh teman2 lama jaman kampus. Bukan karena Pak Purwiyatno direkturnya SEAFAST temen sekelas dulu lho jadi KKN nih ngundangnya (Padahal mungkin iya).  Aku rasa sih karena aku dulu S-1 nya memang dari teknologi pangan, dan sekarang kecemplung di marketing, makanya bisa lihat dari dua sisi dunia yang berbeda. Dunia R&D dan dunia Marketing. Jadi ada gunanya kan Pak Pur, walaupun sudah dicap ‘murtad’ ama teman2 TPG gara-gara udah gak mau lagi nerusin ilmu teknologi pangannya. Ya sapa suruh nama institusinya IPB yang artinya Institut Plexible Banget. Jadilah, lulusannya bisa jadi apa aja (kecuali jadi petani.. weleh weleh).

Peserta dari industri pangan cukup seru, mulai dari Ultrajaya, Sanghyang Perkasa (KalbeFarma), Garudafood, dan masih banyak lagi. Mudah2an menjadi pencerahan buat peserta. Ada sih beberapa peserta yang udah punya consumer insight division dan cerita pengalamannya, tapi kayanya sebagian besar belum deh. Pokoknya saya pesan sponsor aja terus, tentang pentingnya SINERGI antara R&D dengan Marketing Division. jangan jalan sendiri-sendiri. Kasihan produk barunya, shared ownershipnya kurang.

Sebenarnya lebih seru lagi kalau yang hadir itu kombinasi orang marketing dan R&D. Rasanya di batch 1 lebih mix audiencenya dibandingkan yang kali ini.

Banyak konflik dalam perusahaan karena tidak adanya SINERGI antara R&D dan Marketing division, yang menyangkut produk baru. Yang satu merasa sudah mendevelop produk sampai nggak tidur-nggak tidur, toh orang marketingnya gak pinter jualnya, makanya jadi gak laku di pasar. Sedangkan orang Marketing, alasannya lain lagi ke orang R&D. Kalau bikin produk makanya jangan maunya sendiri, harus yang sesuai dengan maunya pasar.. makanya saya gak bisa jual. Nah, kan.. gak enak kalo culture seperti ini dibiarkan terus2an. Yang bisa jadi solusi sebenarnya adalah membuat Team-Based Ethnography di perusahaan. Saya udah tulis dan ada di website ini lebih jauh mengenai TBE ini.

Salah satu pembicara lainnya yang ketemu disini adalah Pak Seno, ex TPG juga yang bisa dikategorikan semi murtad lah, sudah gak di pabrik lagi tapi di marketing/business side of the food industry. Hehe.. iya nggak Sen? Karena beliau ini juga sebagai bosnya Food Review Indonesia (majalah), makanya kita udah ngomong2 nih mau buat event bareng. Tentang apa persinya, tunggu tanggal mainnya dalam eventnya FRI habis lebaran kali ya.

 

 

 

Comments are closed.