-->
 

Demi Tuhan Tidak ada Brand Instan

Demi Tuhaaaaan!!!!

Ucapan Demi Tuhan ala Arya Wiguna tiba-tiba menjadi fenomena baru di dunia media sosial. Video Parodi Arya Wiguna yang diunggah oleh @ekagustiwana dan film 300 berdurasi 53 detik oleh Akun WatdefakMovie telah ditonton oleh lebih dari 1.4 juta lebih orang. Mungkin setelah tulisan ini beredar, akan mempercepat pertumbuhan jumlah penontonnya.

Karena keisengan Eka Gustiwana, Arya Wiguna mendapatkan berkah dari Youtube, diantaranya adalah: Main film komedi, Ring Back Tone (RBT) , Kontrak 1 Tahun dengan Trinity Optima Production dan Model Video Klip Kangen Band

Media sosial di Internet memang luar biasa. Percepatan penetrasi dan penyebaran informasi dan hiburan sepertinya sudah sulit dibendung. Dan ini membuat banyak orang yang menjadi bermimpi, ingin sukses instan.

Gara-gara melejitnya brand-brand via Youtube seperti Sinta-Jojo, Briptu Norman Kamaru, Ayu Ting-Ting, Psy Gangnam Style, saya menjadi sasaran pertanyaan banyak orang.

Mereka menganggap pernyataan yang sering saya sampaikan bahwa “Branding is a process” itu tidak relevan lagi di jaman media sosial dan Internet yang semakin canggih. Buktinya, banyak brand yang berkembang secara instant, dan dalam semalam bisa menuai kesuksesan yang luar biasa.

Terus terang kesuksesan para bintang karbitan ini membuat saya sedikit kesulitan dalam menjelaskan bahwa cara terbaik untuk membesarkan brand tetaplah dengan cara bertahap, secara baik dan benar. Terutama para generasi muda yang segalanya ingin serba instant. Sekali klik, dunia terbuka lebar di hadapannya.

Ternyata bahwa kesuksesan via media sosial seperti Youtube itu tidak selalu mengantarkan para bintang bertahan menjadi brand yang cemerlang. Satu demi satu brand ini berguguran dan sekarang hilang lenyap tidak jelas rimbanya.

Bahwa kesuksesan mereka itu sangat nyata, itu benar. Tetapi jika tidak bertahan lama, maka kita harus pertanyakan bagaimana sustainability kecemerlangan brand yang melejit secara dadakan ini.

Membesarkan brand membutuhkan perencanaan yang seksama. Untuk mendapatkan tujuan dan cita-cita brand, kita harus lebih dulu mengerti kekuatan sendiri, kelemahan pesaing dan semua peluang dan ancaman yang ada. Brand Strategy yang dirancang dengan baik dilengkapi dengan road map perjalanan dari satu titik ke titik lainnya bisa mengantarkan sebuah brand mencapai cita-citanya secara lebih cepat, dengan cara-cara yang lebih efektif dan efisien.

Brand-brand yang melejit tiba-tiba seperti tidak sempat untuk berhenti sejenak dan memikirkan akan kemana mereka berjalan. Briptu Norman Kamaru yang kemudian melepaskan ‘posisi’ Briptu nya sepertinya kurang memahami bahwa kebesaran brand nya justru ditentutkan oleh pangkat tersebut. Bahwa Norman adalah seorang polisi, yang membuat namanya tenar dan berkibar. Arti brand Norman Kamaru di benak audiencenya adalah “Polisi menyanyi dan menari India”.

Ada dua kata kunci dalam brand meaning Norman Kamaru. Polisi, dan India. Jadi kalau Norman menyanyi lagu yang bukan lagu India, dia akan kurang diminati. Dan  ini berlaku untuk kata kunci berikutnya yaitu ‘polisi’. Tanpa artibut Briptu, maka Norman menjadi orang biasa. Dan ini berarti ia telah keluar dari brand meaning yang menjadikannya terkenal.

Jika saja Norman Kamaru menyadari bahwa apa yang diperolehnya dalam sekejap mata itu adalah sebuah anugerah Jackpot dalam branding – yang tidak semua orang di dunia ini mendapat kesempatan untuk mendapatkannya – tentu ia tidak boleh menyia-nyiakannya dengan melanjutkan karirnya di dunia entertainment tanpa strategi brand yang handal.

Pada saat posisinya berada di kecemerlangan, maka tugas berikutnya adalah menyusun strategi brand ke depan agar tetap cemerlang, bahkan kalau bisa lebih cemerlang lagi daripada sebelumnya. Itu yang dilakukan oleh bintang Youtube kaliber Justin Bieber. Ia tidak saja bisa mempertahankan kecemerlangan yang diperolehnya via media sosial, tetapi kemudian membina brandnya sedemikian rupa sehingga nilainya melejit dan lebih tinggi daripada kesuksesan awal yang terbilang instan.

Ayu TingTing termasuk yang saya puji langkahnya. Dalam menjalankan karir ‘after Youtube blast” ia lebih bijaksana. Pemilihan lagu, pemilihan karakter dan style nya diatur dengan baik, agar sesuai dengan cita-cita brand yang sedang dikembangkannya. Tidak berarti Ayu TingTing mempunyai gaya yang sama persis seperti sebelum ia sukses. Tetapi dengan kekuatan vokal dan jam terbangnya yang tinggi di dunia menyanyi, ia mempunyai modal dan fondasi yang cukup untuk bisa memberikan value yang konsisten. Ia ‘dikemas’ dengan baik oleh tim brand management yang handal. Yang memberikan makna baru bagi brand Ayu TingTing. Yaitu penyanyi muda yang imut, yang bergaya Korean Pop, tetapi dengan lagu-lagu dangdut atau sejenisnya yang easy listening. Total performancenya telah mengantarkan brand Ayu TingTing menjadi salah satu brand instan yang cukup bertahan kecemerlangannya.

Bahwa Arya Wiguna sekarang ini telah memperoleh banyak tawaran dari mulai main sinetron, main film komedi, dan banyak interview di media, tentu merupakan konsekuensi yang cukup lumrah. Apa yang terjadi pada Arya Wiguna dalam kasus Eyang Subur, cukup mendapat simpati dari banyak masyarakat. Tetapi, Arya Wiguna harus segera berbenah. Ingin kearah mana brand nya berjalan? Seperti apa persepsi yang ingin ia bangun dalam karir sebagai entertainer. Ini bukan sesuatu yang bisa dipikirkan sambil lalu.

Arya Wiguna, branding is a process. Dan tidak ada yang instan dalam kebesaran sebuah brand. Jadi, ayo, rekatkan semua brand elemen dan pikirkan ke arah mana brand akan melangkah. Demi Tuhaaaaaaan, percayalah. Fondasi harus dikuatkan. Brand strategy harus dibuat sebelum melangkah lebih jauh. Demi Tuhaaaaaaan!!!!!!

(Dimuat di Kolom Branding Solution, Koran Sindo, 22 May 2013)

 

 

Comments are closed.