Archive for May, 2010

Tetap Relevan

Bisnis Indonesia Minggu, Mei 2010.

“The brand is no longer what you say it is. It’s what they say it is”

Kunci sukses brand ada banyak. Satu diantaranya adalah tetap relevan di mata audiensnya. Brand yang mulanya berada di atas, seperti halnya Nokia, tiba-tiba menjadi tidak relevan lagi.

Saya, dengan berat hati mengganti N-95 yang saya sukai itu dengan Blackberry karena alasan desakan teman-teman yang setiap hari meminta PIN untuk BBM.

Read More →

MarCom Audit Workshop

China tapi Lokal, Lokal tapi China

Dimuat di Bisnis Indonesia Minggu, 30 April 2010

Cinlok? Apakah itu singkatan dari cinta Lokasi? Sayangnya bukan! Cinlok adalah istilah baru untuk mengklasifikasikan produk di Indonesia yang ‘kedengarannya seperti merek China, tetapi ternyata produk lokal’.

Konsumen sering bingung. Ini produk lokal atau produk China, ya? Diskusi yang panjang pernah kami gelar di Facebook (FB), media sosial, tentang salah satu produk yang membingungkan tersebut, yaitu Nexian.

Read More →

What’s in a Name?

Dalip Kumar, my IPMI student sent me this small note:

Coca-Cola needed to research 40,000 Chinese characters because the name Coca-Cola Chinese was first read as “Ke-kou-ke-la”, meaning “Bite the wax tadpole” or “female horse stuffed with wax”, depending on the dialect.

Read More →