Behaviour Segmentation : Lebih Relevan

Jangan heran kalau kolom saya yang terbaru yang dimuat di Bisnis Indonesia Minggu dan di bisnis.com tidak ada yang menanggapi, soalnya topiknya pelajaran banget deh kayanya.. judulnya aja “Kaji Ulang Segmentasi Audiens”.

Beda dengan bulan lalu waktu saya tulis (baca: kritik!) tentang pemasaran iPhone di Indonesia, wah, menggebu-gebu deh yang menanggapi dari setuju, setuju banget, yang biasa-biasa sampai protes keras, nggak setuju dengan perspektif tulisan saya. Seru, seru..

Well, kapan-kapan kayanya perlu menulis yang kontroversi lagi, biar rame dunia kang-ouw. Kali ini,  walaupun tentang ‘pelajaran’ marketing, mudah2an sharing tentang behaviour-based segmentation kali ini bisa menjadi pencerahan bagi para marketers, terutama yang penguasaan konsepnya masih belum utuh. Sebab, jika kita mengenal target audiens dengan baik, mengerti needs nya, tentu akan lebih bisa menterjemahkan apa-apa yang mereka butuhkan tersebut dengan lebih sharp dan kongkrit.

Saya pernah exercise kecil2an, kebetulan student di business school tempat saya mengajar adalah para eksekutif senior (kebanyakan non marketers). Saya minta mereka menuliskan target audience dari brand perusahaan mereka yang dicantumkan di dalam dokumen resmi marketing plan. Ternyata benar dugaan saya, sebagian besar masih mensegmen konsumennya dengan sudut pandang ‘demografi-based’, bukan ‘behaviour-based’.

Saya angkat hasil riset etnografi, Aulia Naratama dan Ryan Akira, keduanya di bawah supervisi saya, yang membedah perilaku konsumen pencinta musik digital, untuk memberikan contoh seperti apa yang saya maksudkan dengan ‘behaviour-based’ segmentation itu.

Ada 5 segmen yang diperoleh dari hasil eksplorasi: “The Die-Hard Fans, The Collectors, The Scenestors, The Followers dan The Surfers”. Menarik untuk disimak — baca artikel sepenuhnya - klik di sini.

Bagaimana dengan brand di perusahaan Anda? Coba lihat dan kaji kembali, deh.  Boleh laporkan via ‘contact’ di web ini dan saya bantu kasih pendapat kalau dibutuhkan.

DIPOSTING OLEH Amalia E. Maulana PADA April 25, 2009

Leave a Reply