Erik Meijer: Marketing tidak membosankan dan penuh kreatifitas

 

  

Pak Erik Meijer, Deputy President Director Bakrie Telecom berbaik hati mau diundang untuk mengisi talk show di Binus Business School (MM Strategic Marketing), tanggal 21 Agustus yang lalu. Kali ini saya tidak minta Pak Erik untuk bicara soal bisnis telco yang lagi seru itu, tetapi lebih tentang sharing kisah sukses karirnya sebagai orang marketing yang sampai di manajemen puncak. Makanya judul talk show nya saya buat spesifik banget “Erik Meijer - The Role Model, Success in Marketing Career”. Peserta lumayan deh, considering undangannya agak mepet, maklum ada tiga hari libur 17an itu yang membuat publikasi agak terhambat. Kekuatan personal brand Pak Erik yang membuat auditorium kita penuh.

Acara dibuka oleh Pak Erik dengan mengucapkan “Assalamualaikum wr. wb” ke hadirin. Seperti biasa, beliau ini santai dalam membawakan ‘talk’nya, tapi isi pembicaraan beliau itu yang so inspiring dan entertaining.. sampe-sampe gak terasa udah jam 9 malam. (kita mulai jam 7).

Beliau agak bingung juga saya sebut sebagai Role Model. Apanya nih… katanya? Apa supaya bisa jadi putih atau punya istri secantik Maudy.. hehe.. kalau itu ya udah lah Pak, kan itu given….. kita mau ngiri juga percuma ya kan ya kan… Yang jadi fokus lebih pada bagaimana merintis karir di marketing, dan sukses sampai ke top mgt.

Ternyata, marketing bukan panggilan awal karir… beliau mulanya lebih ke international business, tapi rupanya daya tarik marketing yang kaya magnet itulah yang membuat tertarik dan kemudian tidak beralih ke lain hati (sampai akhirnya berada di atas - yang sekarang sih pasti udah bukan 100% marketing lagi).

Ada beberapa hal mengapa Marketing itu menarik, menurut bapak berputra satu ini. (1) Marketing is so dynamic dan nggak membosankan. Setiap hari marketing people dihadapkan dengan hal baru, ini kalau memang orangnya marketer sejati, ngelihatnya jadi SERU, dan bukan CAPE.. gitu tuh kata beliau seputar Why do you choose Marketing. (2) Penuh dengan kreativitas, analogynya kalo 1+1 itu bisa 2 bisa 3, tergantung, suka-suka orang marketing, pokoknya seni untuk membuat apapun jadi believable itu ada di Marketing. (3) Powerful, karena encompass many aspect of the business, karena itu role orang marketing di organisasi jadi sentral.

Sempat deg2an waktu saya minta pendapat beliau” kata banyak orang marketing itu cuman common sense aja, jadi gak perlu belajar. gimana tuh Pak?” Wah saya dikerjain, Pak Erik sempat membenarkan pendapat itu (sebentar aja tapi… just kidding.). Wah Bapak ini bener2 deh, kan sudah dibriefing tadi sebelum mulai talk show untuk bantuin promosiin MM Strategic Marketing saya, hehe…. Jawaban Mengapa Marketing itu bukan cuman common sense, ada beberapa hal, kata Pak Erik. Iklan, yang kata banyak orang cuman tempel sana tempel sini, and spending-spending, sebenarnya kan ada ilmunya juga, bikin iklan kan nggak sekedar tulis brand, gambar packaging nya dan pesannya saja , tapi ada objective dari komunikasinya apa, dll. Kalau nggak belajar, ya nggak tau, makanya banyak iklan yang nggak efektif, jadinya ya buang2 duit aja. Belum lagi tentang media plan, yang perlu perhitungan tersendiri, mau alokasi ke media mana? harus pinter baca riset media, dan juga secara kualitatif juga mengerti what’s going on di media yang landscapenya sekarang berubah terus. Yang paling ribet ya urusan riset, yang kayanya gampang itu. Coba aja, gimana mau dibilang gampang, baru mau bikin questionnaire nya aja udah keteteran, mau mulai dari mana ya? Makanya untuk ngerti riset pun perlu belajar juga, dan itu bukan ilmu sederhana lho (marketing research). Terus juga urusan ngitung profitabilitynya produk, bagaimana ngatur distribution channel dan logisticsnya.. itu semua perlu kedalaman pemahaman yang nggak mungkin kalo cuman common sense aja.  Alhamdulillah, Pak Erik udah bantuin saya untuk yakinkan banyak orang yang masih melihat marketing dengan sebelah mata.. nggak usah belajar juga bisa. Ya bisa sih bisa tapi bisa kalo uangnya banyak banget nggak pake seri, jadi bisa foya-foya dengan budget marketing, tapi kan kenyataannya kita harus tight juga ama budget dan semua harus diperhitungkan secara ilmiah juga. Ini yang kadang non-marketin guy belum ‘dapat’ clue nya.

Pertanyaan audience juga banyak dimeriahkan dengan diskusi seputar price war di dunia telekomunikasi yang kata Pak Erik nggak tepat disebut Price War, tetapi cocoknya adalah Price Perception War, wong cuma sebatas perception aja koq war nya, marginnya perusahaan masih tinggi bgt tuh.. masih bisa napas judulnya (terutama buat perusahaan yang gede2). Ini dia daya tarik Pak Erik lainnya, selain orangnya termasuk deretan Seleb, ya itu dia, pengalamannya yang panjang banget di dunia telekomunikasi dan juga marketing banget membuat diskusinya jadi seru. Di Esia, yang digunakan oleh Pak Erik lebih banyak approach Blue Ocean strategy, jadi nggak kepancing dengan price war itu. Misalnya dengan program SMS per karakter… bulan Agustus ini ada dua yang cukup yaitu Esia Merdeka, dan Esia Hidayah (menyambut puasa - dengan tambahan fitur-fitur azan, ayat-ayat suci dll). Senang banget bisa dengar langsung dari perusahaan yang udah menerapkan blue ocean strategy seperti ini, karena yang lainnya masih cenderung benchmarking dan akhirnya jadi malah blunder gak karu-karuan messagenya membingungkan konsumen.

Anyway, guys, asik banget waktu itu acaranya, sayang nih yang pada nggak bisa hadir. Tapi gak papa, nanti rencananya kami mau buat lagi acara2 sperti gini, di Binus Business School, khususnya oleh MM Strategic Marketing. Saya sih fokusnya pengen ngundang orang2 sukses yang Marketing Banget, biar jadi inspirasi buat teman2 yang masih bingung-bingung mau ke jalur mana ya di career, di marketing atau bukan…? Kalo ada usulan who’s next silakan ya.

Akhir kata, thanks berat ya Pak Erik. Semoga makin sukses karirnya (dan juga sukses dalam keluarganya..).  

 

 

 

 

 

DIPOSTING OLEH Amalia E. Maulana PADA August 30, 2008

One Response to “Erik Meijer: Marketing tidak membosankan dan penuh kreatifitas”

  1. Wow.. seru banget nih acaranya..
    Baru nemu blog ini.. dan baru tahu, gaya penulisan Ibu Amalia tuh ringan dan santai :D..

    Kalo ada acara2 spt ini, saya bisa dapat info dimana bu? Atau kalau lagi kirim undangan, tolong dimasukkan ke email saya juga ya bu :D..

    Thxxx….

Leave a Reply