Di acara Penganugerahan Award bagi Wanita Karir 2013 dari Majalah Femina belum lama ini, Iwel Sastra tampil memikat sebagai stand-up comedian.
Saya selalu kagum pada stand-up comedian, yang bisa membawakan banyak topik secara segar, lucu dan up-to-date. Kasus Eyang Subur, misalnya, dijadikan topik bahasan Iwel malam tersebut di panggung. Katanya “Saya tau bahwa cinta itu buta. Tetapi, yang satu ini, butanya berjamaah”.
Cinta itu buta berjamaah – maksudnya, jika dalam kacamata umum kita mungkin heran, mengapa sosok seorang Eyang Subur bisa menggaet 7 wanita cantik untuk menjadi istrinya secara bersamaan.
Kita memang seringkali menggunakan ukuran keberhasilan, kesuksesan dan kemakmuran dengan ukuran-ukuran umum.
Terlepas dari tuduhan bahwa Eyang Subur pasti ‘ada apa-apanya’ hingga bisa secara spektakular memikat wanita, ternyata ada kalanya ukuran menarik atau tidak menarik itu adalah kontekstual dan spesifik, tidak bisa digeneralisasi. Tentu ada banyak hal dalam diri Eyang Subur (yang saat ini kita tidak tau apa gerangan), yang menurut pendapat para istrinya adalah ‘sesuatu banget’. Butuh riset gabungan ahli psikologi, personal branding dan etnografi untuk membedah misteri Eyang Subur. Read More →



