#RidwanKamil dan Ujian Brand

Ingat pengalaman menangis saat sopir saya pamit akan pulang kampung dan berjualan sayur di sana menemani ibunya. Saya katakan padanya “Please Dont Go”. Anak saya sudah sangat cocok dengan Bapak sopir ini sehingga terbentuk connection dengan keluarga kami.

Bagaimana dengan pengalaman Anda? Ingatkah saat-saat Anda mengumumkan diri bahwa bulan ini adalah bulan terakhir di kantor? Seperti apa ekspresi ‘teman-teman’ di kantor tadi? Apakah ada ekspresi “Please Dont Go….” sambil tersedu (ini analoginya).. atau yang ada hanyalah ekspresi “oke selamat jalan dan sukses di tempat yang baru” atau bahkan ekspresi datar tidak peduli.

Kehadirannya selalu ditunggu dan Kepergiannya disesali dan ditangisi. Minimal dalam komunitas yang sangat kecil, kedekatan emosional ini merupakan ciri-ciri Brand Cemerlang.

Brand Cemerlang itu bukan brand yang terkenal. Brand Cemerlang itu brand yang dibutuhkan. Brand ini memberikan makna dalam kehidupan di komunitasnya.

“You’ve Made the Right Decision Sir!”

Spanduk yang dibentangkan di jalan utama kota Bandung, sebagai ungkapan hati masyarakat Bandung kepada pemimpinnya, Ridwan Kamil. Tepatnya, spanduk itu adalah ekspresi rasa syukur mereka saat Kang Emil mengumumkan bahwa ia akan tetap di Bandung sampai masa kepemimpinannya selesai. Read More →

Brand yang diBenci tapi diRindu

Menjadi Brand Cemerlang saya definisikan sebagai menjadikannya brand pilihan. Bukan hanya menjadi Brand yang terkenal tetapi menjadi brand pilihan.

Menjadikan sebuah brand terkenal sangat mudah. Gaya beberapa artis yang menggunakan metode pemberitaan ‘settingan’ merupakan salah satu cara. Dengan kehebohan tentang masalah rumah tangga atau perseteruan antar artis, dijamin akan langsung menjadi bahan pemberitaan dan dijamin terkenal.

Tetapi, terkenal untuk aspek negatif tentu tidak sama dengan terkenal untuk aspek positif. Belum tentu target audience dari sebuah brand yang sudah dikenal negatif akan mau berinteraksi dengannya, karena berbekal pengalaman negatif orang lain.

Brand pilihan adalah brand yang bukan saja terkenal tetapi terkenal positif dan moment of truth nya dalam interaksinya selalu berhasil (sesuai harapan).

Brand pilihan adalah brand yang melalui sebuah evaluasi yang seksama dan menjadi satu-satunya yang berada dalam hati konsumennya dengan status soulmates (sahabat sejati).

Apakah Lion Air adalah Brand yang Cemerlang? yang walaupun sering dicomplain tetapi tetap menjadi pilihan penumpang yang membutuhkannya? Read More →

GOJEKisasi dan Pemahaman Konsumen

“Promo gojek ceban memberikan satu sisi negatif. Bikin males jalan kaki. Hahaha”

Ini adalah salah satu isi twit komentar tentang Brand Gojek yang ‘ngasal’ alias ‘jaka sembung/nggak nyambung’.

Nyambung atau tidak nyambung tidak penting lagi dalam brand communication di media sosial. Yang penting menarik untuk dibaca, apalagi membuat orang senyum-senyum sendiri, dan kemudian di-share/dibagikan ke teman lainnya.

Memang Gojek fenomenal. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari fenomena Gojekisasi ini. Pembahasan tentang Gojek, baik positif maupun negatif beredar di mana-mana. Semakin banyak dibahas, tingkat word-of-mouth communication menjadi semakin tinggi.

Interaksi saya dengan Brand Gojek saat Brenda, mahasiswa yang sedang skrispsi meminta mengirim buku Personal Branding tulisan saya agar bisa sampai di hari yang sama karena akan digunakan sebagai referensi. Yang biasanya pembelian buku dikirim via kurir, hari itu dikirim via Gojek dan sukses sampai dalam satu jam saja.

Kata kuncinya adalah Cepat dan MUDAH. Read More →

Pilkada dan Soulmate Situasional

“Aku satu dosen pembimbing dengan dia nih…teman seperjuangan.” Itu yang saya baca di sebuah group WA teman-teman kuliah, sewaktu salah satu dari teman kami jadi narasumber di sebuah acara talkshow TV.

Pada saat seseorang cemerlang, memang mudah mencari yang mau mendekat bahkan mengatakan berasosiasi dengannya. “Itu tetangga saya lho….” atau “dulu kami pernah satu kost” atau seribu satu kaitan dalam kehidupan lainnya. Intinya dengan membanggakan itu, ada makna brand cemerlang yang ikut di-leverage. Kalau temannya hebat, ya seharusnya saya sedikitnya ikut lumayan hebat.

Bagaimana jika sebaliknya?

Coba pikirkan.  Ada seseorang yang ditangkap KPK dan menjadi tersangka korupsi. Tiba-tiba banyak orang yang menghilangkan jejak, tidak merasa kenal, tidak tau menahu dan mencoba ‘delete’ foto-foto di media sosial yang berhubungan dengan tokoh negatif tersebut.

Ini termasuk kegiatan Disosiasi terhadap Brand. Kebalikan dari Brand Association. Disosiasi ini bertujuan menjauhkan atau mengurangi dampak sinergi makna brand tertentu ke dalam brand sendiri. Read More →

SALES Leadership Program: Personal Brand for Sales Professional

Siapa bilang Personal Branding hanya untuk ARTIS atau pemimpin Partai dan pemimpin perusahaan. Tukang Sayur saja perlu Personal Brand Cemerlang, agar dipilih oleh para langganannya. Apalagi seorang Sales Professional. Tentu sangat perlu.

Cargill Feed and Nutrition dipimpin Pak Totok Setyarto mengundang Amalia E. Maulana untuk berbagi tentang pentingnya Personal Brand bagi Sales Professional ini di Acara kwartalan mereka: Sales Leadership Program.

Dihadiri hampir 30 orang Sales Professional acara diselenggarakan di Hotel Horison, Bogor tanggal 1 Oktober 2015, bersamaan dengan Acara gathering yang secara regular diselenggarakan secara Internal.

Acara berlangsung seru, karena mengena bagi konteks keseharian para peserta, untuk membina relationship dengan pihak Internal maupun Eksternal Perusahaan. Selamat Membina Personal Brand. Semoga Brand nya Semakin Cemerlang dan juga tidak lupa semoga Sukses bagi Co-branding dengan Cargill nya.

https://www.linkedin.com/pulse/sales-leadership-program-personal-brand-professional-maulana?trk=hp-feed-article-title-publish